Bone Mulai Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bernilai Rp20 Triliun
Justang Muhammad
Sabtu, 07 Februari 2026 - 09:51 WIB
Groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I di Kabupaten Bone. Foto: SINDO Makassar/Justang Muhammad
Pemerintah Kabupaten Bone bersama Kementerian Pertanian dan mitra strategis memulai Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) di Perkebunan PTPN Dekko, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026).
Program hilirisasi peternakan ayam (poultry) ini dirancang dikembangkan di 30 titik nasional yang dikelola PT Berdikari (Persero). Pada tahap awal, enam unit peternakan ayam pedaging dan petelur dibangun untuk memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Secara nasional, groundbreaking fase pertama dilakukan serentak di enam wilayah, yakni Kabupaten Malang (Jawa Timur), Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Kalimantan Timur. Pemerintah menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun melalui Danantara.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional “Mandiri Protein di Setiap Provinsi” untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pelaksanaan MBG.
Acara di Bone dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Asisten II Setda Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran Forkopimda Bone, pimpinan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), PTPN I, unsur Kementerian Pertanian, OPD terkait, serta perwakilan dunia usaha.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem peternakan nasional. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena pelaksanaan groundbreaking hilirisasi peternakan ayam terintegrasi dapat dilakukan di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bone. Menurutnya, pembangunan diharapkan berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Program hilirisasi ini dinilai mampu memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, pakan, hingga produk olahan.
Program hilirisasi peternakan ayam (poultry) ini dirancang dikembangkan di 30 titik nasional yang dikelola PT Berdikari (Persero). Pada tahap awal, enam unit peternakan ayam pedaging dan petelur dibangun untuk memasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Secara nasional, groundbreaking fase pertama dilakukan serentak di enam wilayah, yakni Kabupaten Malang (Jawa Timur), Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Kalimantan Timur. Pemerintah menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun melalui Danantara.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional “Mandiri Protein di Setiap Provinsi” untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pelaksanaan MBG.
Acara di Bone dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., didampingi Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Asisten II Setda Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran Forkopimda Bone, pimpinan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), PTPN I, unsur Kementerian Pertanian, OPD terkait, serta perwakilan dunia usaha.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem peternakan nasional. Ia juga menyampaikan rasa syukur karena pelaksanaan groundbreaking hilirisasi peternakan ayam terintegrasi dapat dilakukan di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bone. Menurutnya, pembangunan diharapkan berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Program hilirisasi ini dinilai mampu memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, pakan, hingga produk olahan.