Pukau Bupati Luwu Timur dengan Metode AlJazee, Dua Hafidz Cilik Towuti Hafal Posisi Ayat
Fitra Budin
Minggu, 15 Februari 2026 - 20:34 WIB
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam (Ibas), memberikan apresiasi tinggi terhadap metode menghafal Al-Qur’an yang diterapkan siswa MTs Muhammadiyah Towuti. Foto: Istimewa
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam (Ibas), memberikan apresiasi tinggi terhadap metode menghafal Al-Qur’an yang diterapkan siswa MTs Muhammadiyah Towuti.
Dua santri cilik, Muhammad Maulana (13) dan Shafnah Aniqah Ilham, menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menyebutkan detail ayat secara presisi dalam acara Targhib Ramadhan di Gedung Pusat Da’wah Muhammadiyah, Minggu (15/2/2026).
Kedua hafidz tersebut tidak hanya melantunkan ayat dengan fasih, tetapi juga mampu menyebutkan nomor ayat, nama surat, hingga posisi letak ayat dalam mushaf menggunakan metode AlJazee. Fenomena ini menarik perhatian Bupati yang tengah gencar mendorong program satu hafidz satu desa di Luwu Timur.
"Ini adalah standar yang kita inginkan. Generasi Qur’ani yang tidak sekadar menghafal, tapi memiliki pemahaman mendalam seperti yang ditunjukkan anak-anak kita hari ini," ujar Irwan Bachri Syam dalam sambutannya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bupati Ibas menantang pengelola sekolah untuk segera mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) guna pengembangan infrastruktur sekolah tahfidz tersebut.
"Saya tunggu RAB-nya agar anggarannya bisa segera kita dorong," tegasnya.
Acara yang mengusung tema “Menguatkan Keimanan, Mempererat Silaturahmi” ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Ketua 2 DPRD Lutim Hj. Harisah Suarjo dan Ketua Pimpinan Muhammadiyah Lutim Ardias Bara.
Dua santri cilik, Muhammad Maulana (13) dan Shafnah Aniqah Ilham, menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menyebutkan detail ayat secara presisi dalam acara Targhib Ramadhan di Gedung Pusat Da’wah Muhammadiyah, Minggu (15/2/2026).
Kedua hafidz tersebut tidak hanya melantunkan ayat dengan fasih, tetapi juga mampu menyebutkan nomor ayat, nama surat, hingga posisi letak ayat dalam mushaf menggunakan metode AlJazee. Fenomena ini menarik perhatian Bupati yang tengah gencar mendorong program satu hafidz satu desa di Luwu Timur.
"Ini adalah standar yang kita inginkan. Generasi Qur’ani yang tidak sekadar menghafal, tapi memiliki pemahaman mendalam seperti yang ditunjukkan anak-anak kita hari ini," ujar Irwan Bachri Syam dalam sambutannya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bupati Ibas menantang pengelola sekolah untuk segera mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) guna pengembangan infrastruktur sekolah tahfidz tersebut.
"Saya tunggu RAB-nya agar anggarannya bisa segera kita dorong," tegasnya.
Acara yang mengusung tema “Menguatkan Keimanan, Mempererat Silaturahmi” ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Ketua 2 DPRD Lutim Hj. Harisah Suarjo dan Ketua Pimpinan Muhammadiyah Lutim Ardias Bara.
(umi)