Idulfitri, Bupati Gowa Ajak Warga Perkuat Persatuan Untuk Pembangunan
Herni Amir
Sabtu, 21 Maret 2026 - 12:45 WIB
Jemaah salat Idulfitri memadati masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Foto: Istimewa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memaknai pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Syekh Yusuf, Sabtu (21/3), sebagai momentum penguatan nilai kebersamaan untuk arah pembangunan yang berdampak positif bagi masyarakat.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi titik lanjut dari nilai-nilai Ramadan yang harus hadir dalam kerja nyata.
“Idul Fitri adalah panggilan untuk merawat persatuan dan menghadirkan kepedulian sosial dalam tindakan sehari-hari. Dari situlah kekuatan pembangunan lahir,” ujarnya.
Ia menyampaikan, capaian pembangunan dalam satu tahun terakhir menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata hingga penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Meski demikian, pemerintah daerah memandang capaian tersebut sebagai fondasi untuk memperluas manfaat pembangunan.
“Tugas kita memastikan setiap kemajuan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan harus terasa adil dan inklusif, bukan hanya tercatat dalam angka,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Talenrang juga mendorong peran generasi muda sebagai penggerak inovasi daerah. Menurutnya, keberanian menghadirkan gagasan baru menjadi kunci menghadapi tantangan ke depan.
“Pemuda Gowa harus tampil sebagai penggerak perubahan. Dengan ide dan semangat baru, mereka menjadi energi penting dalam mendorong daerah ini semakin kompetitif,” tegasnya.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi titik lanjut dari nilai-nilai Ramadan yang harus hadir dalam kerja nyata.
“Idul Fitri adalah panggilan untuk merawat persatuan dan menghadirkan kepedulian sosial dalam tindakan sehari-hari. Dari situlah kekuatan pembangunan lahir,” ujarnya.
Ia menyampaikan, capaian pembangunan dalam satu tahun terakhir menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata hingga penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Meski demikian, pemerintah daerah memandang capaian tersebut sebagai fondasi untuk memperluas manfaat pembangunan.
“Tugas kita memastikan setiap kemajuan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan harus terasa adil dan inklusif, bukan hanya tercatat dalam angka,” lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Talenrang juga mendorong peran generasi muda sebagai penggerak inovasi daerah. Menurutnya, keberanian menghadirkan gagasan baru menjadi kunci menghadapi tantangan ke depan.
“Pemuda Gowa harus tampil sebagai penggerak perubahan. Dengan ide dan semangat baru, mereka menjadi energi penting dalam mendorong daerah ini semakin kompetitif,” tegasnya.