Ketegangan Jelang Lebaran Reda, Muhammadiyah Barru Luruskan Isu Daerah Intoleran
Tim SINDOmakassar
Rabu, 25 Maret 2026 - 16:34 WIB
Mediasi terkait persoalan yang sempat mencuat menjelang Idulfitri di Masjid Nurul Tajdid, Kompleks BTN Pepabri di Ruang Data Kantor Bupati Barru, Rabu (25/03/2026). Foto: Istimewa
Pemerintah Kabupaten Barru menggelar rapat koordinasi dan mediasi terkait persoalan yang sempat mencuat menjelang Idulfitri di Masjid Nurul Tajdid, Kompleks BTN Pepabri. Rapat berlangsung di Ruang Data Kantor Bupati Barru, Rabu (25/03/2026).
Rapat yang dipimpin oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Abubakar tersebut mempertemukan berbagai pihak guna mencari solusi yang menyejukkan dan menjaga kondusivitas ditengah masyarakat.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pelaksanaan ibadah salat tetap berjalan seperti biasa di Masjid Nurut Tajdid.
Abubakar mengapresiasi semua pihak yang berkomitmen menjaga kondusifitas sehingga kenyamanan dan ketertiban tetap terkendali.
"Semua pihak juga diimbau untuk menahan diri serta mengedepankan persatuan, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah, khususnya dalam momentum pasca ramadhan dan Idulfitri", harapnya.
Terkait persoalan kepemilikan aset masjid, disepakati bahwa hal tersebut akan ditempuh melalui jalur hukum untuk menguji keabsahannya. Kedua pihak, baik pengurus masjid maupun pihak organisasi Muhammadiyah, dipersilakan menunjukkan bukti-bukti yang dimiliki melalui lembaga peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Barru, Ahmad Jamaluddi juga mengklarifikasi sekaligus menegaskan bahwa informasi yang sempat beredar di media yang menyebut Barru sebagai daerah intoleran tidaklah benar.
Rapat yang dipimpin oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Abubakar tersebut mempertemukan berbagai pihak guna mencari solusi yang menyejukkan dan menjaga kondusivitas ditengah masyarakat.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pelaksanaan ibadah salat tetap berjalan seperti biasa di Masjid Nurut Tajdid.
Abubakar mengapresiasi semua pihak yang berkomitmen menjaga kondusifitas sehingga kenyamanan dan ketertiban tetap terkendali.
"Semua pihak juga diimbau untuk menahan diri serta mengedepankan persatuan, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah, khususnya dalam momentum pasca ramadhan dan Idulfitri", harapnya.
Terkait persoalan kepemilikan aset masjid, disepakati bahwa hal tersebut akan ditempuh melalui jalur hukum untuk menguji keabsahannya. Kedua pihak, baik pengurus masjid maupun pihak organisasi Muhammadiyah, dipersilakan menunjukkan bukti-bukti yang dimiliki melalui lembaga peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Barru, Ahmad Jamaluddi juga mengklarifikasi sekaligus menegaskan bahwa informasi yang sempat beredar di media yang menyebut Barru sebagai daerah intoleran tidaklah benar.