Pemkab Gowa Gandeng ICATT Tekan Buta Al-Qur’an Lewat Program Ayo Mengaji
Herni Amir
Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:32 WIB
Musyawarah Besar dan Halal Bihalal Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) Indonesia di Hotel UIN Makassar, Sabtu (28/3). Foto: Istimewa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka buta huruf Al-Qur’an melalui program Ayo Mengaji. Upaya ini dilakukan dengan melibatkan berbagai elemen strategis, termasuk kalangan cendekiawan dan organisasi keagamaan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri Musyawarah Besar dan Halal Bihalal Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) Indonesia di Hotel UIN Makassar, Sabtu (28/3).
“Di Kabupaten Gowa kami melaksanakan program Ayo Mengaji. Kami berkomitmen bahwa untuk menghasilkan SDM yang baik harus dimulai dengan pembiasaan diri mengaji bagi anak sebelum pembelajaran dimulai,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk menekan angka buta huruf Al-Qur’an. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual dan spiritual.
“Kami mengajak ICATT untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan integritas yang kuat,” tambah Talenrang.
Lebih lanjut, Husniah membuka peluang kolaborasi dalam peningkatan kualitas pendidikan, antara lain melalui pelatihan, seminar, penguatan literasi keislaman, serta pembinaan generasi muda di Kabupaten Gowa.
“Kami percaya bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan para cendekiawan akan menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah yang maju, religius, dan berdaya saing,” jelasnya.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri Musyawarah Besar dan Halal Bihalal Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) Indonesia di Hotel UIN Makassar, Sabtu (28/3).
“Di Kabupaten Gowa kami melaksanakan program Ayo Mengaji. Kami berkomitmen bahwa untuk menghasilkan SDM yang baik harus dimulai dengan pembiasaan diri mengaji bagi anak sebelum pembelajaran dimulai,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk menekan angka buta huruf Al-Qur’an. Selain itu, program ini juga bertujuan memperkuat karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual dan spiritual.
“Kami mengajak ICATT untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan integritas yang kuat,” tambah Talenrang.
Lebih lanjut, Husniah membuka peluang kolaborasi dalam peningkatan kualitas pendidikan, antara lain melalui pelatihan, seminar, penguatan literasi keislaman, serta pembinaan generasi muda di Kabupaten Gowa.
“Kami percaya bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan para cendekiawan akan menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah yang maju, religius, dan berdaya saing,” jelasnya.