Pertamina Pastikan Stok BBM Aman di Bone, Antrean Dipicu Panic Buying
Tim SINDOmakassar
Kamis, 02 April 2026 - 14:39 WIB
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan BBM di Kabupaten Bone dalam kondisi aman dan terkendali, di tengah meningkatnya aktivitas pengisian yang memicu antrean kendaraan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan BBM di Kabupaten Bone dalam kondisi aman dan terkendali, di tengah meningkatnya aktivitas pengisian yang memicu antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Antrean terjadi di berbagai kecamatan dengan durasi yang cukup panjang, seiring meningkatnya pembelian yang dilakukan masyarakat. Di sisi lain, harga BBM di tingkat eceran dilaporkan mengalami kenaikan, dengan Pertalite dijual berkisar antara Rp13.000 hingga Rp20.000 per liter, yang turut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah melakukan koordinasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Bone guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan optimal.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menerima penjelasan langsung terkait kondisi di lapangan yang memicu antrean panjang di SPBU.
“Pemerintah daerah telah mendengarkan langsung penjelasan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Tidak ada pengurangan kuota BBM di Bone. Kondisi antrean yang terjadi dipicu oleh panic buying akibat isu kenaikan harga BBM, sehingga masyarakat melakukan pembelian secara berlebihan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang berkembang.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bone untuk tetap tenang dan tidak perlu melakukan panic buying. Stok BBM di wilayah Bone dalam kondisi aman dan terjaga,” tambahnya.
Antrean terjadi di berbagai kecamatan dengan durasi yang cukup panjang, seiring meningkatnya pembelian yang dilakukan masyarakat. Di sisi lain, harga BBM di tingkat eceran dilaporkan mengalami kenaikan, dengan Pertalite dijual berkisar antara Rp13.000 hingga Rp20.000 per liter, yang turut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah melakukan koordinasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Bone guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan optimal.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menerima penjelasan langsung terkait kondisi di lapangan yang memicu antrean panjang di SPBU.
“Pemerintah daerah telah mendengarkan langsung penjelasan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Tidak ada pengurangan kuota BBM di Bone. Kondisi antrean yang terjadi dipicu oleh panic buying akibat isu kenaikan harga BBM, sehingga masyarakat melakukan pembelian secara berlebihan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang berkembang.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bone untuk tetap tenang dan tidak perlu melakukan panic buying. Stok BBM di wilayah Bone dalam kondisi aman dan terjaga,” tambahnya.