Akibat Kekurangan Komputer, SMP Negeri 9 Parepare Laksanakan TKA 3 Sesi
Wahyu Ady
Kamis, 09 April 2026 - 16:45 WIB
Pelaksanaan TKA di SMP Negeri 9 Parepare dibagi menjadi tiga sesi pelaksanaan. Foto: Istimewa
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Parepare sudah memasuki hati terakhir. Pelaksanaan TKA di SMP Negeri 9 Parepare dibagi menjadi tiga sesi pelaksanaan.
Kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 9 Parepare, Hasdir Subroto mengatakan bahwa pelaksanaan TKA dibagi menjadi tiga sesi demi memaksimalkan pelaksanaan sesuai dengan jadwal.
"Ada 162 siswa-siswi yang ikut TKA tahun ini. Mengingat jumlah tersebut, kami membagi tiga sesi pelaksanaan di setiap harinya agar seluruh siswa-siswi kami dapat mempergunakan waktu sebaik mungkin," kata Hasdir, Kamis (09/04/2026).
Hasdir lebih lanjut mengatakan bahwa kami membagi tiga sesi setiap harinya tersebut dikarenakan jumlah sara untuk melaksanakan TKA masih sangat minim dibanding dengan jumlah siswa yang ikut.
"Bayangkan saja, ada 162 siswa yang ikut TKA, sementara jumlah peralatan hanya sebanyak 30 unit. Untuk memaksimalkan, kami harus melakukan pembagian tiga sesi," terangnya.
Untuk jaringan, Hasdir mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya menggunakan jaringan milik PT Telkom, pihaknya juga menyediakan jaringan tambahan guna mengantisipasi kendala jaringan.
"Untuk soal jaringan, kami menggunakan dua jaringan. Jaringan pertama yakni wifi milik PT Telkom dan untuk jaringan tambahan, kami sengaja membeli paket internet demi mengantisipasi eror jaringan," jelasnya.
Kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 9 Parepare, Hasdir Subroto mengatakan bahwa pelaksanaan TKA dibagi menjadi tiga sesi demi memaksimalkan pelaksanaan sesuai dengan jadwal.
"Ada 162 siswa-siswi yang ikut TKA tahun ini. Mengingat jumlah tersebut, kami membagi tiga sesi pelaksanaan di setiap harinya agar seluruh siswa-siswi kami dapat mempergunakan waktu sebaik mungkin," kata Hasdir, Kamis (09/04/2026).
Hasdir lebih lanjut mengatakan bahwa kami membagi tiga sesi setiap harinya tersebut dikarenakan jumlah sara untuk melaksanakan TKA masih sangat minim dibanding dengan jumlah siswa yang ikut.
"Bayangkan saja, ada 162 siswa yang ikut TKA, sementara jumlah peralatan hanya sebanyak 30 unit. Untuk memaksimalkan, kami harus melakukan pembagian tiga sesi," terangnya.
Untuk jaringan, Hasdir mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya menggunakan jaringan milik PT Telkom, pihaknya juga menyediakan jaringan tambahan guna mengantisipasi kendala jaringan.
"Untuk soal jaringan, kami menggunakan dua jaringan. Jaringan pertama yakni wifi milik PT Telkom dan untuk jaringan tambahan, kami sengaja membeli paket internet demi mengantisipasi eror jaringan," jelasnya.
(umi)