Bupati Bantaeng Salurkan Benih Unggul, Produktivitas Petani Ditarget Naik
Bahar Karibo
Jum'at, 17 April 2026 - 09:25 WIB
Bupati Bantaeng, Fathul Fauzy Nurdin bersama petani beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa
Pemerintah Kabupaten Bantaeng memperkuat upaya peningkatan produktivitas pertanian melalui penyaluran benih padi unggul kepada petani, Kamis (16/4/2026).
Penyerahan benih dilakukan langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, di UPTD Balai Benih Ketahanan Pangan, Desa Biangkeke, Kecamatan Pa’jukukang. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan uji rasa sembilan varietas padi adaptif iklim.
Program ini menjadi bagian dari strategi daerah untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Bupati Bantaeng mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari prioritas daerah dalam mewujudkan kemandirian benih.
"Jika kita lihat, Kabupaten Bantaeng diarahkan menjadi kabupaten benih berbasis teknologi. Program ini telah dimulai sejak tahun 2025 lalu dan berlanjut pada tahap kedua di tahun 2026, di mana kita sudah mulai melakukan penyebaran benih kepada petani," ujarnya.
Penyaluran benih dilakukan dengan alokasi sekitar 25 kilogram per hektare, yang terdiri dari delapan varietas padi. Program ini merupakan kelanjutan dari pengembangan mandiri benih yang telah berjalan sejak tahun 2025.
"Ternyata banyak petani yang terbantu dengan adanya program mandiri benih ini. Pertama, dari segi kualitas benih yang dihasilkan alhamdulillah cukup baik," katanya.
Penyerahan benih dilakukan langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, di UPTD Balai Benih Ketahanan Pangan, Desa Biangkeke, Kecamatan Pa’jukukang. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan uji rasa sembilan varietas padi adaptif iklim.
Program ini menjadi bagian dari strategi daerah untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Bupati Bantaeng mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari prioritas daerah dalam mewujudkan kemandirian benih.
"Jika kita lihat, Kabupaten Bantaeng diarahkan menjadi kabupaten benih berbasis teknologi. Program ini telah dimulai sejak tahun 2025 lalu dan berlanjut pada tahap kedua di tahun 2026, di mana kita sudah mulai melakukan penyebaran benih kepada petani," ujarnya.
Penyaluran benih dilakukan dengan alokasi sekitar 25 kilogram per hektare, yang terdiri dari delapan varietas padi. Program ini merupakan kelanjutan dari pengembangan mandiri benih yang telah berjalan sejak tahun 2025.
"Ternyata banyak petani yang terbantu dengan adanya program mandiri benih ini. Pertama, dari segi kualitas benih yang dihasilkan alhamdulillah cukup baik," katanya.