Kukuhkan Dua Guru Besar, Polipangkep Kini Miliki 8 Profesor
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Sabtu, 18 April 2026 - 15:53 WIB
Prof. Sitti Nurmiah dan Prof Arhan Rusli, di Unhas Hotel & Convention, Kota Makassar, Sabtu (18/4/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) resmi mengukuhkan dua guru besar baru melalui Rapat Senat Terbuka di Unhas Hotel & Convention, Makassar, Sabtu (18/4/2026).
Dua akademisi yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Ir. Sitti Nurmiah, M.Si dalam bidang Ilmu Pengembangan dan Optimasi Produk Pangan Inovatif serta Prof. Dr. Arhan Rusli, S.Pi., M.Si dalam bidang Ilmu Pengolahan Hasil Perikanan.
Pengukuhan ini dihadiri jajaran senat, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, serta mitra sektor pertanian dan perikanan.
Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Rumput Laut Sebagai Pelindung Pangan: Inovasi Kemasan Aktif untuk Industri Perikanan Berkelanjutan”, Prof. Arhan Rusli memaparkan hasil riset yang telah dikembangkan sejak 2015.
Ia menjelaskan penelitian tersebut berfokus pada pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku sekaligus agen antimikroba dalam pembuatan edible film.
"Tema orasi ini disampaikan sebagai bentuk pemikiran dalam bidang pengolahan hasil perikanan. Khususnya pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku dan agen antimikroba pada pembuatan edible film untuk mendukung ketahanan dan keamanan pangan," katanya.
Prof. Arhan menilai isu keamanan pangan, pencemaran plastik, dan menurunnya kepercayaan konsumen merupakan persoalan yang saling berkaitan.
Dua akademisi yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Ir. Sitti Nurmiah, M.Si dalam bidang Ilmu Pengembangan dan Optimasi Produk Pangan Inovatif serta Prof. Dr. Arhan Rusli, S.Pi., M.Si dalam bidang Ilmu Pengolahan Hasil Perikanan.
Pengukuhan ini dihadiri jajaran senat, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, serta mitra sektor pertanian dan perikanan.
Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Rumput Laut Sebagai Pelindung Pangan: Inovasi Kemasan Aktif untuk Industri Perikanan Berkelanjutan”, Prof. Arhan Rusli memaparkan hasil riset yang telah dikembangkan sejak 2015.
Ia menjelaskan penelitian tersebut berfokus pada pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku sekaligus agen antimikroba dalam pembuatan edible film.
"Tema orasi ini disampaikan sebagai bentuk pemikiran dalam bidang pengolahan hasil perikanan. Khususnya pemanfaatan rumput laut sebagai bahan baku dan agen antimikroba pada pembuatan edible film untuk mendukung ketahanan dan keamanan pangan," katanya.
Prof. Arhan menilai isu keamanan pangan, pencemaran plastik, dan menurunnya kepercayaan konsumen merupakan persoalan yang saling berkaitan.