home sulsel

Pemkab Gowa Sinkronkan Program HDDAP untuk Kembangkan Hortikultura Lahan Kering

Rabu, 22 April 2026 - 17:24 WIB
Bupati Sitti Husniah Talenrang memimpin Rapat Koordinasi Teknis dan Sinkronisasi Program HDDAP. Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus mendorong pengembangan hortikultura berbasis lahan kering sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.

Langkah ini dilakukan melalui Rapat Koordinasi Teknis dan Sinkronisasi Program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) bersama Kementerian Pertanian RI di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (22/4).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan bahwa Kabupaten Gowa memiliki potensi besar dalam pengembangan hortikultura. Berdasarkan data, total potensi lahan hortikultura mencapai 54.025 hektar, dengan potensi sayuran seluas 14.000 hektar.

“Secara spesifik, kita memiliki potensi lahan 3.000 hektar untuk kentang, 2.000 hektar untuk cabai, dan 1.500 hektar untuk bawang merah. Jika potensi ini dikelola dengan sentuhan teknologi dan manajemen yang tepat melalui HDDAP, Gowa tidak hanya akan menyangga kebutuhan daerah, tetapi mampu menjadi pemasok utama secara nasional,” ungkapnya.

Ia menegaskan pentingnya sinkronisasi program yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga hilirisasi.

“Kita tidak ingin HDDAP hanya berhenti pada penanaman. Permasalahan petani seperti keterbatasan benih unggul, fluktuasi harga saat panen, serta minimnya sarana prasarana harus menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Bupati Talenrang mendorong tiga fokus utama dalam program ini, yaitu penguatan sektor hulu melalui penyediaan benih berkualitas dan teknologi budidaya, pengembangan sektor hilir melalui pembangunan agroindustri, serta dukungan infrastruktur seperti akses jalan tani untuk menekan biaya logistik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya