home sulsel

Hadapi El Nino, Kementan Percepat Transformasi Pertanian Lahan Kering di Enrekang

Jum'at, 24 April 2026 - 10:18 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat ketahanan sektor pertanian di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, melalui implementasi program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP).
Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat ketahanan sektor pertanian di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, melalui implementasi program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) sebagai langkah strategis menghadapi ancaman fenomena El Nino yang berpotensi menyebabkan musim kemarau panjang dan kekeringan ekstrem.

Penguatan dilakukan melalui penerapan teknologi pertanian, pengembangan kawasan hortikultura terpadu, serta dukungan sarana dan prasarana produksi bagi petani.

Upaya ini dibahas dalam audiensi dan rapat koordinasi yang melibatkan pemerintah daerah, penyuluh, serta petani di Enrekang. Pemerintah daerah menilai bahwa kondisi iklim yang semakin tidak menentu menuntut adanya langkah adaptif dan terukur untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian, khususnya pada lahan kering yang rentan terdampak kekeringan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Enrekang Zulkarnain Kara menegaskan bahwa fenomena El Nino harus diantisipasi dengan pendekatan berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor.

“Kita akan menghadapi El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif melalui pemanfaatan teknologi pertanian. Kami menyambut baik program HDDAP sebagai solusi konkret dalam menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.

Program HDDAP di Kabupaten Enrekang akan dilaksanakan di 10 kecamatan dengan fokus pengembangan komoditas unggulan hortikultura, yakni bawang merah sebanyak 13 klaster dan kentang sebanyak 4 klaster. Komoditas bawang merah sendiri menjadi penggerak utama ekonomi daerah, dengan nilai perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp40 triliun per tahun.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian sekaligus Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya