Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Rabu, 13 Mei 2026 - 12:03 WIB
Dua tokoh pendidikan asal Malaysia mengunjungi SIT Dafi Makassar, Rabu (13/5/2026). Foto: Istimewa
Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Fikri (Dafi) Makassar menerima kunjungan istimewa dari dua narasumber pendidikan asal Malaysia.
Dua tokoh pendidikan yang hadir yakni Mohd. Ridzuan Abdul Ghani dan Rasheedah Zakariya. Keduanya dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam dan kurikulum terintegrasi di negeri jiran Malaysia.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Fikri Makassar, Jafar Sodding, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kolaborasi yang terjalin.
“Semoga kegiatan ini menjadi agenda yang membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para guru dan pengelola sekolah," ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi langkah penting dalam membuka wawasan serta meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah Islam terpadu.
"Kami berharap silaturahmi dan kolaborasi ini dapat terus terjalin sehingga melahirkan inovasi serta penguatan pendidikan Islam yang lebih baik di masa mendatang,” harapnya.
Jafar menjelaskan bahwa kedatangan tersebut menjadi momentum berharga dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi pendidikan Islam terpadu di tingkat internasional.
Dua tokoh pendidikan yang hadir yakni Mohd. Ridzuan Abdul Ghani dan Rasheedah Zakariya. Keduanya dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam dan kurikulum terintegrasi di negeri jiran Malaysia.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Fikri Makassar, Jafar Sodding, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kolaborasi yang terjalin.
“Semoga kegiatan ini menjadi agenda yang membawa manfaat besar bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para guru dan pengelola sekolah," ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi langkah penting dalam membuka wawasan serta meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah Islam terpadu.
"Kami berharap silaturahmi dan kolaborasi ini dapat terus terjalin sehingga melahirkan inovasi serta penguatan pendidikan Islam yang lebih baik di masa mendatang,” harapnya.
Jafar menjelaskan bahwa kedatangan tersebut menjadi momentum berharga dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi pendidikan Islam terpadu di tingkat internasional.