Program MBG di Parepare Disebut Tak Lagi Berdampak ke Peternak Lokal
Wahyu Ady
Rabu, 13 Mei 2026 - 17:52 WIB
Peternak ayam petelur mengeluhkan menurunnya permintaan telur dari dapur SPPG dibanding awal pelaksanaan program MBG di Kota Parepare. Foto: Istimewa
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya diharapkan mampu menggerakkan ekonomi peternak lokal di Kota Parepare disebut mulai tidak lagi dirasakan manfaatnya oleh sejumlah peternak ayam petelur.
Salah seorang peternak ayam petelur di Parepare, H. Jamil, mengaku permintaan telur dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menurun drastis dibanding awal pelaksanaan program MBG di daerah tersebut.
“Dulu waktu awal adanya MBG, pesanan telur sangat banyak. Namun sekarang sudah tidak ada lagi dapur yang pesan ke kami para peternak,” ujar H. Jamil, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, pada fase awal operasional dapur MBG, peternak lokal sempat merasakan peningkatan permintaan telur dalam jumlah besar. Namun dalam beberapa waktu terakhir, pesanan disebut hampir tidak lagi masuk dari dapur MBG di Parepare.
Ia mengatakan kondisi tersebut terjadi di tengah harga telur yang mengalami penurunan, sementara biaya pakan ternak justru terus meningkat.
“Saat ini harga telur sudah turun. Namun masih belum ada lagi pesanan telur dari dapur MBG seperti saat pertama kali dapur MBG beroperasi di Parepare,” katanya.
Program MBG yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional sebelumnya didorong untuk melibatkan pelaku usaha lokal, termasuk peternak dan UMKM, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 terkait penguatan ekonomi lokal.
Salah seorang peternak ayam petelur di Parepare, H. Jamil, mengaku permintaan telur dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menurun drastis dibanding awal pelaksanaan program MBG di daerah tersebut.
“Dulu waktu awal adanya MBG, pesanan telur sangat banyak. Namun sekarang sudah tidak ada lagi dapur yang pesan ke kami para peternak,” ujar H. Jamil, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, pada fase awal operasional dapur MBG, peternak lokal sempat merasakan peningkatan permintaan telur dalam jumlah besar. Namun dalam beberapa waktu terakhir, pesanan disebut hampir tidak lagi masuk dari dapur MBG di Parepare.
Ia mengatakan kondisi tersebut terjadi di tengah harga telur yang mengalami penurunan, sementara biaya pakan ternak justru terus meningkat.
“Saat ini harga telur sudah turun. Namun masih belum ada lagi pesanan telur dari dapur MBG seperti saat pertama kali dapur MBG beroperasi di Parepare,” katanya.
Program MBG yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional sebelumnya didorong untuk melibatkan pelaku usaha lokal, termasuk peternak dan UMKM, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 terkait penguatan ekonomi lokal.