Tranformasi Organisasi, ICATT Perkuat Dakwah Digital hingga Pencegahan Radikalisme
Luqman Zainuddin
Kamis, 14 Mei 2026 - 17:47 WIB
Ketua Yayasan ICATT, Prof Dr Andi Aderus melantik Pengurus DPP ICATT Periode 2026-2029. Foto: SINDO Makassar/Luqman Zainuddin
Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) menargetkan peran yang lebih besar dalam bidang dakwah, pendidikan, penguatan moderasi beragama, hingga pengembangan literasi keilmuan Islam.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari transformasi organisasi yang digaungkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) ICATT periode 2026–2029 di bawah kepemimpinan Mallingkai Ilyas. Kepengurusan baru tersebut resmi dilantik pagi tadi di Vasaka Makassar, Kamis (14/5/2026).
"ICATT harus hadir sebagai organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar Mallingkai seusai pelantikan.
Mallingkai mengatakan, kepengurusan baru ICATT telah memulai sejumlah langkah strategis untuk memperkuat peran organisasi. Salah satunya melalui audiensi dengan Densus 88 Antiteror Polri wilayah Sulawesi Selatan guna membangun sinergi dalam penguatan wawasan kebangsaan, moderasi beragama, dan pencegahan ekstremisme.
Selain itu, ICATT juga telah melakukan pertemuan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan untuk memperkuat kolaborasi program keumatan, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.
"Menginisiasi pengembangan Jurnal Islamic Studies sebagai media publikasi ilmiah dan penguatan tradisi akademik di kalangan alumni Timur Tengah," kata Mallingkai.
ICATT juga menggelar kuliah umum dan forum intelektual sebagai ruang pengembangan wawasan keislaman, kebangsaan, dan peradaban. Organisasi ini juga menjalin silaturahmi dengan berbagai organisasi masyarakat dan lembaga Islam di tingkat provinsi guna memperkuat kolaborasi antarlembaga.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari transformasi organisasi yang digaungkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) ICATT periode 2026–2029 di bawah kepemimpinan Mallingkai Ilyas. Kepengurusan baru tersebut resmi dilantik pagi tadi di Vasaka Makassar, Kamis (14/5/2026).
"ICATT harus hadir sebagai organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara,” ujar Mallingkai seusai pelantikan.
Mallingkai mengatakan, kepengurusan baru ICATT telah memulai sejumlah langkah strategis untuk memperkuat peran organisasi. Salah satunya melalui audiensi dengan Densus 88 Antiteror Polri wilayah Sulawesi Selatan guna membangun sinergi dalam penguatan wawasan kebangsaan, moderasi beragama, dan pencegahan ekstremisme.
Selain itu, ICATT juga telah melakukan pertemuan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan untuk memperkuat kolaborasi program keumatan, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.
"Menginisiasi pengembangan Jurnal Islamic Studies sebagai media publikasi ilmiah dan penguatan tradisi akademik di kalangan alumni Timur Tengah," kata Mallingkai.
ICATT juga menggelar kuliah umum dan forum intelektual sebagai ruang pengembangan wawasan keislaman, kebangsaan, dan peradaban. Organisasi ini juga menjalin silaturahmi dengan berbagai organisasi masyarakat dan lembaga Islam di tingkat provinsi guna memperkuat kolaborasi antarlembaga.