home sulsel

Peeling Wajah Gratis di Bantaeng Disertai Edukasi Bahaya Skincare Abal-Abal

Sabtu, 06 Juni 2026 - 15:46 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri membuka kegiatan bakti sosial di RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng. Foto: Istimewa
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri membuka kegiatan bakti sosial berupa layanan peeling wajah gratis bagi masyarakat di RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Makassar, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, serta RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng.

Dalam sambutannya, Gunya Paramasukhaputri mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang menghadirkan layanan kesehatan dan perawatan kulit bagi masyarakat.

"Kesehatan kulit merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh karena tidak hanya berpengaruh pada fungsi tubuh, tetapi juga kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan bakti sosial peeling ini memiliki nilai yang sangat baik, tidak hanya sebagai pelayanan kesehatan dan estetika, tetapi juga sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya perawatan kulit yang aman dan tepat," ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara tenaga kesehatan, institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang bermanfaat.

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bentuk kolaborasi yang bermanfaat antara tenaga kesehatan, institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kepada seluruh peserta, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Dan kepada seluruh panitia serta tenaga kesehatan, kami sampaikan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya," tambahnya.

Selain layanan peeling wajah gratis, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyuluhan mengenai bahaya penggunaan skincare abal-abal. Edukasi diberikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko penggunaan produk yang tidak memiliki izin dan dapat menimbulkan berbagai masalah kulit, mulai dari iritasi, kerusakan lapisan kulit, hingga efek jangka panjang yang berdampak pada kesehatan dan kepercayaan diri.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya