Kolaborasi MDA dan UNCP Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Desa
Tri Yari Kurniawan
Senin, 22 Juni 2026 - 14:02 WIB
MDA bersama UNCP memperkuat upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana melalui kegiatan Sosialisasi dan Inisiasi DESTANA di Desa Boneposi, Kabupaten Luwu. Foto/IST
PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) memperkuat upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana melalui kegiatan Sosialisasi dan Inisiasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Desa Boneposi, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan ini melibatkan Forum Desa (FORDES) MATAPPA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Program tersebut merupakan bagian dari pilar Jaga Keselamatan Desa dalam Program Jaga Desa yang diresmikan Bupati Luwu, Patahudding, pada 5 Juni 2026.
Penguatan DESTANA menjadi tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui FORDES MATAPPA, khususnya terkait kebutuhan peningkatan kapasitas warga dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Latimojong.
Dalam kegiatan tersebut, tim Pusat Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (PUSPENA) Universitas Cokroaminoto Palopo memaparkan hasil penelitian dan pemetaan kawasan rawan bencana di Desa Boneposi. Tim juga memperkenalkan sistem informasi geospasial berbasis web (WebGIS) yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana di tingkat desa.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam rangkaian penguatan DESTANA di Boneposi. Tahap selanjutnya akan difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan DESTANA melalui pelatihan kesiapsiagaan, penyusunan langkah mitigasi, hingga simulasi dan uji fungsi guna memastikan kesiapan warga menghadapi berbagai potensi bencana.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Masmindo Dwi Area, Mustafa Ibrahim, mengatakan kesiapsiagaan bencana merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat Latimojong. Karena itu, melalui Program Jaga Desa, MDA bersama Pemerintah Kabupaten Luwu, FORDES MATAPPA, dan UNCP berupaya memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengenali risiko, melakukan mitigasi, serta merespons kondisi darurat secara tepat.
“Kami memandang kesiapsiagaan bencana sebagai kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat Latimojong. Melalui Program Jaga Desa, khususnya pilar Jaga Keselamatan Desa, kami ingin memastikan masyarakat memiliki kapasitas yang lebih baik dalam mengenali risiko, melakukan mitigasi, dan merespons situasi darurat secara tepat,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan Forum Desa (FORDES) MATAPPA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Program tersebut merupakan bagian dari pilar Jaga Keselamatan Desa dalam Program Jaga Desa yang diresmikan Bupati Luwu, Patahudding, pada 5 Juni 2026.
Penguatan DESTANA menjadi tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui FORDES MATAPPA, khususnya terkait kebutuhan peningkatan kapasitas warga dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Latimojong.
Dalam kegiatan tersebut, tim Pusat Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (PUSPENA) Universitas Cokroaminoto Palopo memaparkan hasil penelitian dan pemetaan kawasan rawan bencana di Desa Boneposi. Tim juga memperkenalkan sistem informasi geospasial berbasis web (WebGIS) yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana di tingkat desa.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam rangkaian penguatan DESTANA di Boneposi. Tahap selanjutnya akan difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan DESTANA melalui pelatihan kesiapsiagaan, penyusunan langkah mitigasi, hingga simulasi dan uji fungsi guna memastikan kesiapan warga menghadapi berbagai potensi bencana.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Masmindo Dwi Area, Mustafa Ibrahim, mengatakan kesiapsiagaan bencana merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat Latimojong. Karena itu, melalui Program Jaga Desa, MDA bersama Pemerintah Kabupaten Luwu, FORDES MATAPPA, dan UNCP berupaya memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengenali risiko, melakukan mitigasi, serta merespons kondisi darurat secara tepat.
“Kami memandang kesiapsiagaan bencana sebagai kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat Latimojong. Melalui Program Jaga Desa, khususnya pilar Jaga Keselamatan Desa, kami ingin memastikan masyarakat memiliki kapasitas yang lebih baik dalam mengenali risiko, melakukan mitigasi, dan merespons situasi darurat secara tepat,” ujarnya.