Membangun Pondok Pesantren Bukan untuk Melawan Negara
Tim SINDOmakassar
Selasa, 30 Juni 2026 - 08:04 WIB
Peletakan batu pertama resmi dimulai oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Parmusi, Dr Ali Amran Tanjung, pada Ahad (28/06/2026).
Ikhtiar pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Madani Parmusi di Dusun Datarang Kelurahan Tamaona Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa, terwujud sudah. Seremoni peletakan batu pertama resmi dimulai oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Parmusi, Dr Ali Amran Tanjung, pada Ahad (28/06/2026).
Peletakan batu pertama disaksikan Sekjen DPP Parmusi, KH Tairman Elon, Kakankemenag Gowa H Jamaris, Ketua DPW Parmusi Sulsel, Dr Abu Bakar Wasahua, para pengurus harian DPW Parmusi Sulsel dan Kabupaten Kota, Ketua DPC Parmusi Tombolo Pao, Camat Tombolo Pao, tokoh masyarakat dan agama.
Hari itu menjadi tonggak sejarah bagi kemajuan Parmusi Sulsel dan Parmusi se-Indonesia. Hari bersejarah bagi Parmusi yang membangun pesantren pertama di luar Jawa.
Suasana penuh kegembiraan dan haru terpancar, terlebih ketika Ali Amran Tanjung mengingatkan, peletakan batu pertama, tidak berhenti sampai di sini. "Kita harus memiliki ikhtiar yang tinggi. Sebab, membangun Pesantren, bukan untuk melawan negara. Tapi kita ingin melahirkan generasi muda berakhlak mulia, mewujudkan anak saleh dan salehah, " ujarnya disambut meriah tepuk tangan hadirin.
Dia mengajak kepada semua pihak untuk mewujudkan dan mengawal pembangunan Ponpes Madani Parmusi hingga benar-benar berdiri. Sebab, pesantren yang dibangun ini, menjadi investasi amal jariah.
Eksistensi pesantren diharapkan menjawab tantangan zaman dan perkembangan kemajuan teknologi yang kian canggih. Pembinaan generasi muda melalui pesantren, diharapkan melahirkan generasi yang memiliki akhlak yang baik, ilmu pengetahuan, skill yang mumpuni dan kemandirian ekonomi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Gowa, H Jamaris menyambut positif dan merespon setinggi-tingginya atas ikhtiar yang dilakukan Parmusi, yang merintis pembangunan pesantren di Tombolo Pao.
Peletakan batu pertama disaksikan Sekjen DPP Parmusi, KH Tairman Elon, Kakankemenag Gowa H Jamaris, Ketua DPW Parmusi Sulsel, Dr Abu Bakar Wasahua, para pengurus harian DPW Parmusi Sulsel dan Kabupaten Kota, Ketua DPC Parmusi Tombolo Pao, Camat Tombolo Pao, tokoh masyarakat dan agama.
Hari itu menjadi tonggak sejarah bagi kemajuan Parmusi Sulsel dan Parmusi se-Indonesia. Hari bersejarah bagi Parmusi yang membangun pesantren pertama di luar Jawa.
Suasana penuh kegembiraan dan haru terpancar, terlebih ketika Ali Amran Tanjung mengingatkan, peletakan batu pertama, tidak berhenti sampai di sini. "Kita harus memiliki ikhtiar yang tinggi. Sebab, membangun Pesantren, bukan untuk melawan negara. Tapi kita ingin melahirkan generasi muda berakhlak mulia, mewujudkan anak saleh dan salehah, " ujarnya disambut meriah tepuk tangan hadirin.
Dia mengajak kepada semua pihak untuk mewujudkan dan mengawal pembangunan Ponpes Madani Parmusi hingga benar-benar berdiri. Sebab, pesantren yang dibangun ini, menjadi investasi amal jariah.
Eksistensi pesantren diharapkan menjawab tantangan zaman dan perkembangan kemajuan teknologi yang kian canggih. Pembinaan generasi muda melalui pesantren, diharapkan melahirkan generasi yang memiliki akhlak yang baik, ilmu pengetahuan, skill yang mumpuni dan kemandirian ekonomi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Gowa, H Jamaris menyambut positif dan merespon setinggi-tingginya atas ikhtiar yang dilakukan Parmusi, yang merintis pembangunan pesantren di Tombolo Pao.