ICATT Gandeng FKUB Gowa Edukasi Masyarakat Tolak Intoleransi dan Radikalisme
Tim SINDOmakassar
Minggu, 12 Juli 2026 - 21:28 WIB
Kampanye Publik Anti Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) pada kegiatan Car Free Day (CFD) di Kawasan Syekh Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Minggu (12/7/2026). Foto: Ist
Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gowa menggelar Kampanye Publik Anti Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) pada kegiatan Car Free Day (CFD) di Kawasan Syekh Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Minggu (12/7/2026).
Mengusung tema "Merawat Harmoni, Memperkuat Persatuan: Bersama Menolak Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme", kegiatan ini juga membawa tagline "CFD Harmoni: Jalan Sehat, Pikiran Sehat, Indonesia Kuat". Kampanye dilakukan melalui edukasi publik, pembagian media informasi, dialog dengan masyarakat, serta ajakan bersama untuk memperkuat semangat persatuan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Ketua Umum DPP ICATT, Mallingkai Ilyas, mengatakan bahwa kampanye ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kampanye ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan gerakan edukasi kepada masyarakat agar memahami bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Indonesia adalah rumah bersama yang harus terus kita jaga dengan memperkuat toleransi, moderasi beragama, serta semangat persaudaraan kebangsaan," ujar Mallingkai.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis, yaitu meningkatkan literasi masyarakat mengenai bahaya IRET, menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, dan cinta tanah air, mengajak generasi muda menjadi agen perdamaian, memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui kolaborasi lintas agama, lintas komunitas, dan lintas sektor, serta mengampanyekan penggunaan media sosial yang sehat, bijak, dan bertanggung jawab.
Ia berharap kampanye tersebut mampu memberikan dampak nyata berupa meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan, tumbuhnya budaya toleransi dan saling menghargai, meningkatnya ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham IRET, terwujudnya ruang publik sebagai sarana edukasi dan penguatan nilai-nilai kebangsaan, serta meningkatnya peran generasi muda sebagai pelopor perdamaian dan literasi digital.
Pada kesempatan tersebut, Mallingkai Ilyas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Mengusung tema "Merawat Harmoni, Memperkuat Persatuan: Bersama Menolak Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme", kegiatan ini juga membawa tagline "CFD Harmoni: Jalan Sehat, Pikiran Sehat, Indonesia Kuat". Kampanye dilakukan melalui edukasi publik, pembagian media informasi, dialog dengan masyarakat, serta ajakan bersama untuk memperkuat semangat persatuan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Ketua Umum DPP ICATT, Mallingkai Ilyas, mengatakan bahwa kampanye ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kampanye ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan gerakan edukasi kepada masyarakat agar memahami bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Indonesia adalah rumah bersama yang harus terus kita jaga dengan memperkuat toleransi, moderasi beragama, serta semangat persaudaraan kebangsaan," ujar Mallingkai.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki sejumlah tujuan strategis, yaitu meningkatkan literasi masyarakat mengenai bahaya IRET, menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, dan cinta tanah air, mengajak generasi muda menjadi agen perdamaian, memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui kolaborasi lintas agama, lintas komunitas, dan lintas sektor, serta mengampanyekan penggunaan media sosial yang sehat, bijak, dan bertanggung jawab.
Ia berharap kampanye tersebut mampu memberikan dampak nyata berupa meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan, tumbuhnya budaya toleransi dan saling menghargai, meningkatnya ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham IRET, terwujudnya ruang publik sebagai sarana edukasi dan penguatan nilai-nilai kebangsaan, serta meningkatnya peran generasi muda sebagai pelopor perdamaian dan literasi digital.
Pada kesempatan tersebut, Mallingkai Ilyas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.