BPBD Makassar Latih Mahasiswa dari 23 Kampus, Siapkan 23.000 SDM Tanggap Bencana
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Kamis, 16 Juli 2026 - 08:48 WIB
Suasana pelatihan mitigasi kebencanaan di Kantor BPBD Makassar, Jalan Kerung-Kerung, Rabub(15/7/2026). Foto: Istimewa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menggandeng 23 perguruan tinggi untuk memperkuat mitigasi bencana. Melalui kolaborasi ini, BPBD menargetkan mencetak sedikitnya 23.000 sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dasar penanggulangan bencana.
Kerja sama tersebut telah diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan pada Apel Kesiapsiagaan di MNEK, Selasa (14/7/2026), dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Makassar.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan mahasiswa dari 23 kampus akan mendapatkan pelatihan kebencanaan sebagai bagian dari program tersebut.
"Kemarin (14/7) pada acara Apel Kesiapsiagaan di MNEK, kami telah melakukan MoU dengan 23 universitas atau perguruan tinggi, yang disaksikan langsung oleh Wali Kota. Kerja sama ini terkait dengan bidang kebencanaan. Melalui program ini, para mahasiswa dari 23 kampus tersebut akan diajarkan tentang kebencanaan," jelasnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Fadli, seluruh perguruan tinggi yang telah menandatangani kerja sama sudah memiliki jadwal pelatihan secara bertahap. Pada pelaksanaan perdana, sebanyak 500 mahasiswa Jurusan Kebidanan Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Pelamonia Makassar mengikuti pelatihan.
"Ke-23 kampus ini sebenarnya sudah terjadwal semua. Namun untuk hari ini, ada 500 mahasiswa yang hadir dari kampus IIK Pelamonia khusus untuk Jurusan Kebidanan. Jadi hari ini memang khusus Jurusan Kebidanan saja. Artinya, dari semua kampus yang terdaftar, pelaksanaannya dibagi per beberapa sesi. Kita melibatkan 23 kampus, di mana para rektor dan dekan mereka hadir langsung dalam penandatanganan tersebut. Kehadiran para pimpinan kampus ini merupakan modalitas yang luar biasa. Mereka mau saling bekerja sama dan aktif berkolaboratif dalam menyikapi isu kebencanaan ini," paparnya.
Pelatihan hari pertama difokuskan pada teknik vertical rescue atau penyelamatan di medan ketinggian. Selanjutnya peserta akan mendapatkan materi water rescue serta teori dasar kebencanaan lainnya.
Kerja sama tersebut telah diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan pada Apel Kesiapsiagaan di MNEK, Selasa (14/7/2026), dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Makassar.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan mahasiswa dari 23 kampus akan mendapatkan pelatihan kebencanaan sebagai bagian dari program tersebut.
"Kemarin (14/7) pada acara Apel Kesiapsiagaan di MNEK, kami telah melakukan MoU dengan 23 universitas atau perguruan tinggi, yang disaksikan langsung oleh Wali Kota. Kerja sama ini terkait dengan bidang kebencanaan. Melalui program ini, para mahasiswa dari 23 kampus tersebut akan diajarkan tentang kebencanaan," jelasnya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Fadli, seluruh perguruan tinggi yang telah menandatangani kerja sama sudah memiliki jadwal pelatihan secara bertahap. Pada pelaksanaan perdana, sebanyak 500 mahasiswa Jurusan Kebidanan Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Pelamonia Makassar mengikuti pelatihan.
"Ke-23 kampus ini sebenarnya sudah terjadwal semua. Namun untuk hari ini, ada 500 mahasiswa yang hadir dari kampus IIK Pelamonia khusus untuk Jurusan Kebidanan. Jadi hari ini memang khusus Jurusan Kebidanan saja. Artinya, dari semua kampus yang terdaftar, pelaksanaannya dibagi per beberapa sesi. Kita melibatkan 23 kampus, di mana para rektor dan dekan mereka hadir langsung dalam penandatanganan tersebut. Kehadiran para pimpinan kampus ini merupakan modalitas yang luar biasa. Mereka mau saling bekerja sama dan aktif berkolaboratif dalam menyikapi isu kebencanaan ini," paparnya.
Pelatihan hari pertama difokuskan pada teknik vertical rescue atau penyelamatan di medan ketinggian. Selanjutnya peserta akan mendapatkan materi water rescue serta teori dasar kebencanaan lainnya.