Yasir Machmud Nahkodai Pengusaha Tani HKTI, Siap Perkuat Ketahanan Pangan dan Sejahterakan Petani
Tim SINDOmakassar
Selasa, 21 Juli 2026 - 17:36 WIB
Yasir Machmud resmi memimpin Dewan Pengurus Nasional (DPN) Pengusaha Tani Indonesia Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2026–2031. Foto: Istimewa
Yasir Machmud resmi memimpin Dewan Pengurus Nasional (DPN) Pengusaha Tani Indonesia Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2026–2031. Pelantikan kepengurusan baru tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (21/07/2026).
Mengusung tema "Membangun Kemandirian Pangan Nasional melalui Penguatan Kelembagaan dan Kewirausahaan Petani Modern" dengan slogan "Pengusaha Tani Kuat, Petani Sejahtera", kepengurusan di bawah kepemimpinan Yasir Machmud berkomitmen memperkuat kelembagaan petani sekaligus mendorong lahirnya pengusaha tani yang modern, mandiri, dan berdaya saing.
Yasir Machmud menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat terwujudnya kemandirian pangan nasional melalui pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi berbasis pertanian.
"Ketahanan pangan merupakan fondasi kedaulatan bangsa. Karena itu, Pengusaha Tani Indonesia HKTI harus hadir sebagai organisasi yang mampu memperkuat kapasitas petani, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta melahirkan wirausaha-wirausaha baru di sektor pertanian. Ketika petani kuat, maka pangan kita akan mandiri dan kesejahteraan rakyat akan semakin meningkat," ujar Yasir Machmud.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Namun, potensi tersebut harus dikelola dengan pendekatan yang modern melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan petani agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
"Kami ingin menjadikan Pengusaha Tani Indonesia HKTI sebagai rumah besar bagi petani dan pelaku usaha pertanian untuk berkolaborasi, berinovasi, dan bersama-sama membangun pertanian Indonesia yang maju. Amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 harus menjadi pijakan dalam membangun ekonomi nasional yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Melalui Rakernas 2026, DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI juga menyusun berbagai program strategis yang berorientasi pada penguatan organisasi, pengembangan kewirausahaan petani, hilirisasi hasil pertanian, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan daya saing produk pertanian nasional.
Mengusung tema "Membangun Kemandirian Pangan Nasional melalui Penguatan Kelembagaan dan Kewirausahaan Petani Modern" dengan slogan "Pengusaha Tani Kuat, Petani Sejahtera", kepengurusan di bawah kepemimpinan Yasir Machmud berkomitmen memperkuat kelembagaan petani sekaligus mendorong lahirnya pengusaha tani yang modern, mandiri, dan berdaya saing.
Yasir Machmud menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat terwujudnya kemandirian pangan nasional melalui pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi berbasis pertanian.
"Ketahanan pangan merupakan fondasi kedaulatan bangsa. Karena itu, Pengusaha Tani Indonesia HKTI harus hadir sebagai organisasi yang mampu memperkuat kapasitas petani, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta melahirkan wirausaha-wirausaha baru di sektor pertanian. Ketika petani kuat, maka pangan kita akan mandiri dan kesejahteraan rakyat akan semakin meningkat," ujar Yasir Machmud.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Namun, potensi tersebut harus dikelola dengan pendekatan yang modern melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan petani agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
"Kami ingin menjadikan Pengusaha Tani Indonesia HKTI sebagai rumah besar bagi petani dan pelaku usaha pertanian untuk berkolaborasi, berinovasi, dan bersama-sama membangun pertanian Indonesia yang maju. Amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 harus menjadi pijakan dalam membangun ekonomi nasional yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat," tegasnya.
Melalui Rakernas 2026, DPN Pengusaha Tani Indonesia HKTI juga menyusun berbagai program strategis yang berorientasi pada penguatan organisasi, pengembangan kewirausahaan petani, hilirisasi hasil pertanian, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan daya saing produk pertanian nasional.