Mahasiswa KKN-T Unhas Petakan Persebaran UMKM Desa Belawae Berbasis SIG
Tim SINDOmakassar
Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:00 WIB
Penyerahan peta peesebaran UMKM berbasis SIG kepada perangkat desa setempat. Foto: Istimewa
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menyusun Peta Persebaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Belawae, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Peta tersebut diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Desa Belawae pada Selasa (21/7/2026) di Kantor Desa Belawae sebagai data pendukung dalam perencanaan pembangunan desa.
Program ini bertujuan menyediakan informasi spasial mengenai persebaran UMKM yang selama ini belum terdokumentasi dalam bentuk peta digital. Penyusunan peta diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Belawae untuk memperoleh data awal UMKM, kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan menggunakan aplikasi Gaia GPS untuk mengambil titik koordinat setiap lokasi usaha.
Seluruh data hasil survei kemudian diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS hingga menghasilkan peta persebaran UMKM yang informatif, akurat, dan mudah dipahami.
Yuli selaku penanggung jawab program mengatakan, pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa memperoleh data spasial yang dapat dimanfaatkan untuk pendataan, perencanaan, dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
"Melalui peta ini, kami berharap pemerintah desa lebih mudah mengidentifikasi persebaran UMKM sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal berbasis data," ujar Yuli, mahasiswa Program Studi Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin sekaligus penanggung jawab program.
Kepala Desa Belawae, Muh. Yasir, mengapresiasi program tersebut karena memberikan data yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam penyusunan kebijakan pembangunan desa.
Peta tersebut diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Desa Belawae pada Selasa (21/7/2026) di Kantor Desa Belawae sebagai data pendukung dalam perencanaan pembangunan desa.
Program ini bertujuan menyediakan informasi spasial mengenai persebaran UMKM yang selama ini belum terdokumentasi dalam bentuk peta digital. Penyusunan peta diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Belawae untuk memperoleh data awal UMKM, kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan menggunakan aplikasi Gaia GPS untuk mengambil titik koordinat setiap lokasi usaha.
Seluruh data hasil survei kemudian diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS hingga menghasilkan peta persebaran UMKM yang informatif, akurat, dan mudah dipahami.
Yuli selaku penanggung jawab program mengatakan, pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa memperoleh data spasial yang dapat dimanfaatkan untuk pendataan, perencanaan, dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
"Melalui peta ini, kami berharap pemerintah desa lebih mudah mengidentifikasi persebaran UMKM sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal berbasis data," ujar Yuli, mahasiswa Program Studi Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin sekaligus penanggung jawab program.
Kepala Desa Belawae, Muh. Yasir, mengapresiasi program tersebut karena memberikan data yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam penyusunan kebijakan pembangunan desa.