home sulsel

Peringati Hari Mangrove Sedunia di Teluk Bone, Literasea Selamatkan Pohon Tua dari Jeratan ‘Jaring Hantu’

Senin, 27 Juli 2026 - 18:06 WIB
Relawan Literasea menggelar aksi penyelamatan lingkungan yang berfokus pada perawatan pohon mangrove dewasa di pesisir Teluk Bone, Sulawesi Selatan, Minggu (26/7/2026). Foto: Istimewa
Memperingati Hari Mangrove Sedunia 26 Juli 2026, lembaga nonprofit Literasea menggelar aksi penyelamatan lingkungan yang berfokus pada perawatan pohon mangrove dewasa di pesisir Teluk Bone, Sulawesi Selatan, Minggu (26/7/2026).

Dalam aksi tersebut, para relawan menyisir kawasan pesisir untuk membebaskan vegetasi mangrove dari lilitan sampah plastik dan sisa alat tangkap nelayan yang terbengkalai.

Berbeda dengan perayaan seremonial pada umumnya yang berfokus pada penanaman bibit baru, Literasea sengaja memilih jalur perawatan darurat. Langkah ini diambil karena tim di lapangan menemukan banyak pohon mangrove dewasa khususnya jenis Padada (Sonneratia) dalam kondisi meranggas dan sekarat akibat terjerat sampah tak terurai.

Penggerak Perlindungan Mangrove Literasea, M Yusran, mengungkapkan, aktivitas manusia di sekitar laut kerap meninggalkan sisa tali dan jaring hantu (ghost nets) yang mengancam ekosistem. Kerusakan paling fatal terjadi pada sistem perakaran mangrove Padada yang memiliki akar napas (pneumatofor). Akar ini berfungsi vital sebagai organ respirasi bagi tumbuhan penyumbang karbon biru tersebut.

“Jaring nelayan yang melilit akar napas mangrove sangat berbahaya karena menyumbat asupan oksigen. Jika dibiarkan, lilitan ini akan membuat pohon mati lemas secara perlahan dari bawah," ujar Yusran melalui siaran pers, Senin (27/7/2026).

Selain memotong lilitan jaring di area akar, relawan Literasea juga membersihkan sampah plastik, karung bekas yang tersangkut di dahan, serta melepaskan bekas tali tambat perahu yang mengikat batang pohon.

Pendiri Literasea, Bakti Munir, menjelaskan, menyelamatkan pohon mangrove yang sudah berumur puluhan tahun memiliki nilai urgensi yang sangat tinggi. Pohon dewasa terbukti memiliki fungsi ekologis yang jauh lebih optimal dan siap melindungi pesisir hari ini dibandingkan bibit baru yang tingkat keberhasilan hidupnya masih rentan tersapu ombak.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya