Desa Bonto Tangnga Bantaeng Masuk Penilaian Akhir Lomba Desa Sulsel 2026
Bahar Karibo
Kamis, 30 Juli 2026 - 16:34 WIB
Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin bersama jajarannya mengikuti penilaian akhir Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulsel 2026 secara virtual. Foto: SINDO Makassar/Bahar Karibo
Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere, mewakili Kabupaten Bantaeng dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun 2026. Keikutsertaan desa tersebut memasuki tahap pemaparan yang digelar secara virtual, Kamis (30/7/2026).
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, mengikuti kegiatan pemaparan melalui Zoom Meeting dari Studio Mal Pelayanan Publik (MPP), Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan itu merupakan bagian dari tahapan penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang mengusung tema "Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas".
Pemaparan dipimpin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. H. Muh. Saleh. Ia menjelaskan, tahapan pemaparan merupakan tahap ketiga dalam proses penilaian setelah verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan.
"Dalam verifikasi lapangan yang telah dilaksanakan sekitar satu minggu lalu, tim penilai telah melihat secara langsung kondisi objektif di desa dan kelurahan peserta serta mencocokkannya dengan data yang disampaikan. Hasil pemaparan ini akan menjadi dasar penetapan juara tingkat provinsi," jelasnya.
Ia menambahkan, desa dan kelurahan terbaik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan akan diumumkan serta diusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri pada 31 Juli 2026 untuk mengikuti penilaian tingkat regional Sulawesi dan Kalimantan.
Pada tahap pemaparan tahun ini terdapat delapan peserta, terdiri atas lima desa dan tiga kelurahan. Kelima desa tersebut yakni Desa Barae dan Desa Mario dari Kabupaten Soppeng, Desa Kalosi dari Kabupaten Sidenreng Rappang, Desa Bonto Tangnga dari Kabupaten Bantaeng, serta Lembang Rante dari Kabupaten Toraja Utara.
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, mengikuti kegiatan pemaparan melalui Zoom Meeting dari Studio Mal Pelayanan Publik (MPP), Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan itu merupakan bagian dari tahapan penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang mengusung tema "Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas".
Pemaparan dipimpin Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. H. Muh. Saleh. Ia menjelaskan, tahapan pemaparan merupakan tahap ketiga dalam proses penilaian setelah verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan.
"Dalam verifikasi lapangan yang telah dilaksanakan sekitar satu minggu lalu, tim penilai telah melihat secara langsung kondisi objektif di desa dan kelurahan peserta serta mencocokkannya dengan data yang disampaikan. Hasil pemaparan ini akan menjadi dasar penetapan juara tingkat provinsi," jelasnya.
Ia menambahkan, desa dan kelurahan terbaik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan akan diumumkan serta diusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri pada 31 Juli 2026 untuk mengikuti penilaian tingkat regional Sulawesi dan Kalimantan.
Pada tahap pemaparan tahun ini terdapat delapan peserta, terdiri atas lima desa dan tiga kelurahan. Kelima desa tersebut yakni Desa Barae dan Desa Mario dari Kabupaten Soppeng, Desa Kalosi dari Kabupaten Sidenreng Rappang, Desa Bonto Tangnga dari Kabupaten Bantaeng, serta Lembang Rante dari Kabupaten Toraja Utara.