WR IV UMI Sampaikan Taushiyah kepada Ratusan Peserta Pencerahan Qalbu UMI
Tim SINDOmakassar
Kamis, 30 Juli 2026 - 16:37 WIB
Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr KH Muhammad Ishaq Samad, menyampaikan taushiyah ba’da Ashar bertajuk “5 B” di hadapan ratusan peserta Pencerahan Qalbu UMI. Foto: Istimewa
Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr KH Muhammad Ishaq Samad, menyampaikan taushiyah ba’da Ashar bertajuk “5 B” di hadapan ratusan peserta Pencerahan Qalbu UMI yang berlangsung di Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlishin Padanglampe, Kabupaten Pangkep, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut dihadiri Direktur Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlishin Padanglampe, para Wakil Direktur, serta para dosen pesantren yang bersama-sama membina dan mendampingi peserta dalam penguatan karakter dan spiritualitas.
Dalam taushiyahnya, Muhammad Ishaq Samad menegaskan bahwa setiap insan UMI harus menjadikan “5 B” sebagai filosofi hidup sekaligus budaya kerja dan budaya akademik. Kelima nilai tersebut meliputi Beriman dan Bertakwa, Belajar dan Bertransformasi, Berbagi, Bermanfaat, serta Berbahagia Dunia dan Akhirat.
Menurutnya, Beriman dan Bertakwa merupakan fondasi utama dalam membangun karakter seorang muslim. Keimanan yang kokoh akan melahirkan integritas, kejujuran, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai mahasiswa maupun sebagai bagian dari sivitas akademika UMI.
Nilai kedua, Belajar dan Bertransformasi, mengandung makna bahwa proses menuntut ilmu tidak boleh berhenti. Perubahan zaman menuntut setiap insan UMI untuk terus meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Selanjutnya, Berbagi menjadi wujud kepedulian sosial yang harus terus ditanamkan. Menurutnya, ilmu, waktu, tenaga, dan rezeki yang dimiliki akan semakin bernilai apabila mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Semangat berbagi merupakan implementasi nyata dari ajaran Islam yang menumbuhkan ukhuwah, empati, dan solidaritas.
Prinsip keempat adalah Bermanfaat. WR IV UMI menekankan bahwa ukuran keberhasilan seseorang bukan hanya pada capaian akademik atau jabatan yang diraih, tetapi sejauh mana kehadirannya mampu memberikan solusi, inspirasi, dan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut dihadiri Direktur Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlishin Padanglampe, para Wakil Direktur, serta para dosen pesantren yang bersama-sama membina dan mendampingi peserta dalam penguatan karakter dan spiritualitas.
Dalam taushiyahnya, Muhammad Ishaq Samad menegaskan bahwa setiap insan UMI harus menjadikan “5 B” sebagai filosofi hidup sekaligus budaya kerja dan budaya akademik. Kelima nilai tersebut meliputi Beriman dan Bertakwa, Belajar dan Bertransformasi, Berbagi, Bermanfaat, serta Berbahagia Dunia dan Akhirat.
Menurutnya, Beriman dan Bertakwa merupakan fondasi utama dalam membangun karakter seorang muslim. Keimanan yang kokoh akan melahirkan integritas, kejujuran, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai mahasiswa maupun sebagai bagian dari sivitas akademika UMI.
Nilai kedua, Belajar dan Bertransformasi, mengandung makna bahwa proses menuntut ilmu tidak boleh berhenti. Perubahan zaman menuntut setiap insan UMI untuk terus meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Selanjutnya, Berbagi menjadi wujud kepedulian sosial yang harus terus ditanamkan. Menurutnya, ilmu, waktu, tenaga, dan rezeki yang dimiliki akan semakin bernilai apabila mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Semangat berbagi merupakan implementasi nyata dari ajaran Islam yang menumbuhkan ukhuwah, empati, dan solidaritas.
Prinsip keempat adalah Bermanfaat. WR IV UMI menekankan bahwa ukuran keberhasilan seseorang bukan hanya pada capaian akademik atau jabatan yang diraih, tetapi sejauh mana kehadirannya mampu memberikan solusi, inspirasi, dan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.