Merasa Dirugikan, Ketua HAM-LUTIM Minta Dua Media Cabut Kutipan Pernyataannya
Tim SINDOmakassar
Minggu, 02 Agustus 2026 - 08:55 WIB
Ketua Himpunan Mahasiswa Luwu Timur (HAM-LUTIM) Batara Guru, Rishariyadi. Foto: Istimewa
Himpunan Mahasiswa Luwu Timur (HAM-LUTIM) Batara Guru mengeluarkan pernyataan tegas menyusul maraknya pemberitaan di sejumlah media online yang mencatut nama Ketua Umumnya, Rishariyadi.
Adapun pemberitaan yang dimaksud termuat di portal berita Legion News dengan judul "HAM-LUTIM Batara Guru: Pembangunan Harus Hadirkan Keadilan, Bukan Ketakutan" serta di portal Sinyal Tajam dengan judul "HAM-LUTIM Batara Guru Kecam Dugaan Tindakan Represif dalam Konflik Agraria Laoli".
Secara resmi, Rishariyadi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah diwawancarai, dihubungi, dimintai keterangan, ataupun melakukan kontak apapun dengan wartawan maupun redaksi dari kedua media tersebut sebelum berita-berita itu diterbitkan.
"Saya menyatakan dengan tegas bahwa seluruh kutipan pernyataan yang mengatasnamakan saya di kedua media tersebut adalah pencatutan sepihak. Saya tidak pernah memberikan statemen apapun kepada Legion News maupun Sinyal Tajam terkait isu tersebut," ujar Rishariyadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2026).
Ia sangat menyayangkan tindakan media-media tersebut yang memuat pemberitaan dengan mencatut nama dan institusi HAM-LUTIM Batara Guru tanpa melalui prosedur jurnalistik yang sah dan berimbang.
Menurutnya, praktik semacam ini melanggar kode etik jurnalistik serta berpotensi menimbulkan disinformasi di tengah masyarakat.
"Pemuatan pernyataan mengatasnamakan pimpinan organisasi tanpa konfirmasi langsung adalah tindakan yang tidak profesional. Oleh karena itu, kami mendesak kepada Pimpinan Redaksi Legion News dan Sinyal Tajam untuk segera memberikan klarifikasi, mencabut kutipan pernyataan yang mencatut nama saya, atau menurunkan (takedown) berita tersebut," tegasnya.
Adapun pemberitaan yang dimaksud termuat di portal berita Legion News dengan judul "HAM-LUTIM Batara Guru: Pembangunan Harus Hadirkan Keadilan, Bukan Ketakutan" serta di portal Sinyal Tajam dengan judul "HAM-LUTIM Batara Guru Kecam Dugaan Tindakan Represif dalam Konflik Agraria Laoli".
Secara resmi, Rishariyadi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah diwawancarai, dihubungi, dimintai keterangan, ataupun melakukan kontak apapun dengan wartawan maupun redaksi dari kedua media tersebut sebelum berita-berita itu diterbitkan.
"Saya menyatakan dengan tegas bahwa seluruh kutipan pernyataan yang mengatasnamakan saya di kedua media tersebut adalah pencatutan sepihak. Saya tidak pernah memberikan statemen apapun kepada Legion News maupun Sinyal Tajam terkait isu tersebut," ujar Rishariyadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2026).
Ia sangat menyayangkan tindakan media-media tersebut yang memuat pemberitaan dengan mencatut nama dan institusi HAM-LUTIM Batara Guru tanpa melalui prosedur jurnalistik yang sah dan berimbang.
Menurutnya, praktik semacam ini melanggar kode etik jurnalistik serta berpotensi menimbulkan disinformasi di tengah masyarakat.
"Pemuatan pernyataan mengatasnamakan pimpinan organisasi tanpa konfirmasi langsung adalah tindakan yang tidak profesional. Oleh karena itu, kami mendesak kepada Pimpinan Redaksi Legion News dan Sinyal Tajam untuk segera memberikan klarifikasi, mencabut kutipan pernyataan yang mencatut nama saya, atau menurunkan (takedown) berita tersebut," tegasnya.