Buka Rakor TPID, Sekda Gowa Tekankan 4 Poin Pengendalian Inflasi Daerah
Herni Amir
Rabu, 05 Agustus 2026 - 16:17 WIB
Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Rabu (5/8/2026). Foto: Istimewa
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter menegaskan, pentingnya sinergi seluruh perangkat daerah dan instansi terkait dalam menjaga stabilitas inflasi di Kabupaten Gowa.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Rabu (5/8/2026).
Olehnya itu, Andy Azis Peter mengatakan bahwa Rakor TPID tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pengendalian inflasi bukan sekadar agenda rapat atau kegiatan seremonial, yang kita harapkan adalah adanya progres nyata di lapangan. Jika inflasi tidak mampu kita kendalikan, maka masyarakat akan merasakan dampaknya secara langsung melalui meningkatnya harga kebutuhan pokok,” ujarnya.
Ia juga meminta agar pada setiap Rakor TPID selanjutnya dihadiri oleh para pemangku kebijakan yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan sehingga setiap hasil pembahasan dapat segera ditindaklanjuti dan diimplementasikan.
Pada kesempatan ini, Andy Azis dalam arahannya menekankan 4 (empat) poin utama yang harus menjadi perhatian seluruh anggota TPID.
Pertama, menjaga ketersediaan pasokan melalui peran aktif Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, serta instansi terkait lainnya. Selain itu, ia meminta adanya laporan rutin setiap bulan kepada Bagian Perekonomian Setkab Gowa mengenai kondisi pasokan di daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Rabu (5/8/2026).
Olehnya itu, Andy Azis Peter mengatakan bahwa Rakor TPID tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pengendalian inflasi bukan sekadar agenda rapat atau kegiatan seremonial, yang kita harapkan adalah adanya progres nyata di lapangan. Jika inflasi tidak mampu kita kendalikan, maka masyarakat akan merasakan dampaknya secara langsung melalui meningkatnya harga kebutuhan pokok,” ujarnya.
Ia juga meminta agar pada setiap Rakor TPID selanjutnya dihadiri oleh para pemangku kebijakan yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan sehingga setiap hasil pembahasan dapat segera ditindaklanjuti dan diimplementasikan.
Pada kesempatan ini, Andy Azis dalam arahannya menekankan 4 (empat) poin utama yang harus menjadi perhatian seluruh anggota TPID.
Pertama, menjaga ketersediaan pasokan melalui peran aktif Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, serta instansi terkait lainnya. Selain itu, ia meminta adanya laporan rutin setiap bulan kepada Bagian Perekonomian Setkab Gowa mengenai kondisi pasokan di daerah.