home sulsel

Program Pengabdian Masyarakat, Dosen UMI-Unhas Dampingi Warga Jangan-jangan Produksi Herbal

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:33 WIB
Warga Desa Jangan-Jangan, Kabupaten Barru, kini punya alasan baru untuk optimis menyambut masa depan yang lebih sehat dan sejahtera. Foto: Istimewa
Warga Desa Jangan-jangan, Kabupaten Barru, kini punya alasan baru untuk optimis menyambut masa depan yang lebih sehat dan sejahtera.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang digagas tim dosen lintas fakultas dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas), warga tidak hanya dibekali pengetahuan soal Diabetes Melitus, Hipertensi, dan Kolesterol, tiga penyakit yang kian akrab di tengah masyarakat desa tetapi juga dilatih memproduksi sendiri kapsul obat herbal berbahan jahe, serai, dan cengkeh yang diberi nama Kapsul JaSeKeh.

Program ini melibatkan 40 kader dari dua kelompok mitra, yakni Kader Kesehatan dan Kader Tani, yang selama enam bulan terakhir digembleng lewat serangkaian pelatihan intensif dan berkolaborasi dengan pemerintah setempat

Empat orang pakar dari berbagai bidang keilmuan turun langsung membina warga, masing-masing membawa keahliannya sendiri-sendiri.

Racikan Herbal dari Kebun Sendiri

Prof. Masriadi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI memimpin materi inti soal pencegahan dan pengobatan Diabetes Melitus, Hipertensi, dan Kolesterol, sekaligus mengajarkan kandungan serta cara penggunaan Kapsul Herbal JaSeKeh yang aman bagi tubuh.

"Kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat dibutuhkan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap mampu menciptakan dan mengubah pola pikir serta perilaku masyarakat agar memanfaatkan tanaman herbal sebagai penecegahan dan pengobatan penyakit, khususnya Diabetes Melitus, Hipertensi, dan Kolesterol," ujar Prof. Masriadi, Jumat, (14/8/2026).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya