home sulsel

Tinjau Jalan di Pelosok Wasuponda, Wabup Lutim Minta Desa Segera Lapor ke Dinas Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:28 WIB
Mobil dinas Wakil Bupati Luwu Timur saat melintas di jembatan akses menuju wilayah Dandawasu, Dusun terluar di Kecamatan Wasuponda. Foto: Istimewa
Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, merasakan langsung sulitnya akses menuju wilayah Dandawasu, Dusun terluar di Kecamatan Wasuponda. Kondisi jalan dan jembatan yang rusak membuatnya meminta pemerintah desa segera berkoordinasi dengan dinas terkait.Permintaan itu disampaikan Puspawati saat menghadiri acara pernikahan warga di wilayah Dandawasu, Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Senin (24/8/2026).Puspawati bersama rombongan berangkat sejak sekitar pukul 07.00 Wita dan menempuh perjalanan puluhan kilometer. Dalam perjalanan tersebut, ia melihat sekaligus merasakan langsung kondisi sejumlah titik jalan dan jembatan yang dinilai cukup memprihatinkan.Kondisi itu membuat Puspawati memahami secara langsung keluhan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.Karena itu, ia meminta pemerintah Desa Parumpanai bersama perangkat dusun tidak hanya menyampaikan kondisi jalan secara lisan, tetapi segera melakukan komunikasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan menangani infrastruktur."Tolong ini pemerintah desa bersama dusunnya agar lakukan komunikasi ke dinas terkait agar jalan dan jembatan bisa diperbaiki karena mereka perpanjangan tangan kami. Saya kasihan lihat ini jalan," kata Puspawati.Menurutnya, pemerintah desa merupakan perpanjangan tangan pemerintah daerah yang paling dekat dengan masyarakat. Setiap persoalan yang terjadi di wilayah desa, termasuk kebutuhan infrastruktur, perlu segera disampaikan agar pemerintah daerah dapat mengetahui kondisi di lapangan.Puspawati bahkan mengaku perjalanan menuju Dandawasu memberikan pengalaman langsung mengenai kondisi yang harus dilalui masyarakat."Saya paham masyarakat di sini susah, karena saya rasakan sendiri jalannya. Kayak naik gunung, kita saja lompat-lompat di mobil," ujar Puspawati.Ia menilai, persoalan jalan dan jembatan bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan perjalanan. Kondisi infrastruktur juga berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.Untuk itu, Puspawati mendorong pemerintah desa lebih aktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah.Ia meminta kondisi tersebut segera dilaporkan dan dilengkapi dengan usulan agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran pemerintah. "Pemerintah desa itu perpanjangan tangan kami. Jadi kalau ada kondisi seperti ini, segera komunikasikan ke dinas terkait dan buat proposalnya," tandasnya.Puspawati juga mengingatkan kembali pesan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, kepada jajaran pemerintah desa agar tidak pasif dalam menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.Menurutnya, koordinasi yang aktif antara pemerintah desa dan pemerintah daerah menjadi penting agar kebutuhan masyarakat, termasuk di wilayah yang sulit dijangkau, dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti."Pak Bupati juga sering berpesan agar tiap aparat desa itu harus aktif berkoordinasi," tutup Puspawati.Dandawasu merupakan wilayah yang berada di bagian terluar Kecamatan Wasuponda. Wilayah tersebut berbatasan dengan Kecamatan Mangkutana dan Sulawesi Tengah.Kunjungan Puspawati ke wilayah tersebut awalnya untuk menghadiri acara pernikahan warga. Namun, perjalanan menuju lokasi sekaligus menjadi kesempatan baginya melihat secara langsung kondisi akses yang digunakan masyarakat.Puspawati pun meminta pemerintah desa menjadikan kondisi tersebut sebagai bahan koordinasi dan pengusulan kepada dinas terkait, sehingga persoalan infrastruktur di wilayah terluar tidak hanya menjadi keluhan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme pemerintahan.
(gus)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya