home sulsel

Kapal Kemanusiaan KALLA Bawa 800 Paket Bantuan ke Wilayah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:39 WIB
CEO KALLA, Solihin Jusuf Kalla, mengunjungi tim relawan yang akan berangkat bersama kapal kemanusiaan KM Rania di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Kamis (27/8/2026). Foto/Istimewa
Kapal kemanusiaan KALLA berlayar menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) membawa 800 paket bantuan, tenaga medis, relawan, hingga personel penyelamat. Misi ini diprioritaskan untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdampak gempa yang belum atau masih terbatas menerima bantuan.

Kapal KM Rania diberangkatkan dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Kamis (27/8/2026). Keberangkatan bantuan dan relawan tersebut dilepas langsung oleh CEO Kalla, Solihin Jusuf Kalla.

Misi kemanusiaan ini merupakan kolaborasi Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla, Kalla Translog, Kalla Toyota, dan Palang Merah Indonesia (PMI). Dukungan juga datang dari RS Faisal melalui pengiriman tenaga medis dan obat-obatan.

Program Manager Humanity and Environment Care LAZ Hadji Kalla, Sapril Akhmady, mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu fokus utama dalam kondisi bencana. Karena itu, bantuan disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

“Prioritas diberikan kepada masyarakat di wilayah yang membutuhkan dan belum atau masih terbatas mendapatkan dukungan bantuan. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting agar bantuan yang diberangkatkan tidak hanya sampai ke lokasi terdampak, tetapi juga menjangkau mereka yang berada dalam kondisi paling membutuhkan,” ujar Sapril.

Sebanyak 800 paket bantuan yang dibawa antara lain berisi beras, mi instan, ikan kaleng kemasan, minyak goreng, dan air minum. Bantuan pangan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama masa darurat.

Corporate Communication & Sustainability Department Head KALLA, Nadya Tyagita, mengatakan dukungan kemanusiaan tidak hanya berhenti pada pengiriman paket bantuan. Kesiapan operasional di lapangan juga menjadi bagian penting agar bantuan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya