Hadapi Kemarau Panjang, Pemerintah Bantaeng Lakukan Salat Istisqa
Bahar Karibo
Jum'at, 28 Agustus 2026 - 17:38 WIB
Suasana pelaksanaan Salat Istisqa di Lapangan Lompo Battang, Kabupaten Bantaeng, Jumat (28/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Bahar Karibo
Menghadapi kemarau berkepanjangan yang berdampak pada sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar Salat Istisqa di Lapangan Lompo Battang, Kabupaten Bantaeng, Jumat (28/8/2026).
Salat Istisqa diikuti Bupati Bantaeng Muh Fathul Fauzy Nurdin, Wakil Bupati Bantaeng H Sahabuddin, jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng, aparat, serta masyarakat.
Salat tersebut dipimpin H Rusdiawan sebagai imam. Para jamaah memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan dan memberikan rahmat serta keberkahan bagi masyarakat Bantaeng.
Dalam tausiah, Dr KH Ahmad Abdul Hayyi mengajak masyarakat memaknai kemarau panjang sebagai momentum untuk meningkatkan rasa syukur, melakukan introspeksi diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia juga mengingatkan tentang pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT serta memperbanyak istighfar dan memohon ampunan.
“Cobaan yang Allah SWT berikan kepada kita hari ini, salah satunya adalah kemarau yang berkepanjangan. Oleh karena itu, sebagai hamba Allah, hendaknya kita melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, memohon ampunan, dan kembali bertaubat kepada-Nya,” ujarnya.
Bupati Bantaeng Muh Fathul Fauzy Nurdin mengajak masyarakat terus memperkuat doa dan menjaga kepedulian serta kebersamaan dalam menghadapi dampak kemarau.
Salat Istisqa diikuti Bupati Bantaeng Muh Fathul Fauzy Nurdin, Wakil Bupati Bantaeng H Sahabuddin, jajaran Pemerintah Kabupaten Bantaeng, aparat, serta masyarakat.
Salat tersebut dipimpin H Rusdiawan sebagai imam. Para jamaah memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan dan memberikan rahmat serta keberkahan bagi masyarakat Bantaeng.
Dalam tausiah, Dr KH Ahmad Abdul Hayyi mengajak masyarakat memaknai kemarau panjang sebagai momentum untuk meningkatkan rasa syukur, melakukan introspeksi diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia juga mengingatkan tentang pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT serta memperbanyak istighfar dan memohon ampunan.
“Cobaan yang Allah SWT berikan kepada kita hari ini, salah satunya adalah kemarau yang berkepanjangan. Oleh karena itu, sebagai hamba Allah, hendaknya kita melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, memohon ampunan, dan kembali bertaubat kepada-Nya,” ujarnya.
Bupati Bantaeng Muh Fathul Fauzy Nurdin mengajak masyarakat terus memperkuat doa dan menjaga kepedulian serta kebersamaan dalam menghadapi dampak kemarau.