Pastikan MBG Tepat Sasaran, Kepala BKKBN Sulsel Tinjau SPPG Benteng 02 Selayar
Tim SINDOmakassar
Kamis, 03 September 2026 - 11:43 WIB
Makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan nutrisi. Cara makanan tersebut disiapkan, diolah, dikemas hingga sampai ke tangan penerima manfaat.
Makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan nutrisi. Cara makanan tersebut disiapkan, diolah, dikemas hingga sampai ke tangan penerima manfaat juga menjadi bagian penting yang harus dipastikan.
Pesan tersebut mengemuka saat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Benteng 02, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis (3/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Fatmawati didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kepulauan Selayar, M Yunan Krg Tompobulu.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara BKKBN dan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Bagi BKKBN, MBG 3B memiliki posisi strategis karena intervensi gizi pada kelompok tersebut berkaitan langsung dengan pembangunan keluarga dan upaya pencegahan stunting sejak periode awal kehidupan.
“Kita tidak ingin berbicara hanya tentang makanan yang bergizi, tetapi juga harus memastikan makanan tersebut aman, bersih, higienis, dan sampai kepada keluarga sasaran dalam kondisi yang baik. Karena yang kita intervensi adalah ibu dan anak, maka kualitas makanan harus menjadi perhatian bersama,” ujar Fatmawati.
Menurutnya, standar kebersihan dan higienitas harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan MBG. Mulai dari kebersihan lingkungan dapur, bahan pangan, peralatan, proses pengolahan, kebersihan petugas, pengemasan, hingga distribusi kepada penerima manfaat perlu mendapat perhatian.
Pesan tersebut mengemuka saat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Benteng 02, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis (3/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Fatmawati didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kepulauan Selayar, M Yunan Krg Tompobulu.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara BKKBN dan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Bagi BKKBN, MBG 3B memiliki posisi strategis karena intervensi gizi pada kelompok tersebut berkaitan langsung dengan pembangunan keluarga dan upaya pencegahan stunting sejak periode awal kehidupan.
“Kita tidak ingin berbicara hanya tentang makanan yang bergizi, tetapi juga harus memastikan makanan tersebut aman, bersih, higienis, dan sampai kepada keluarga sasaran dalam kondisi yang baik. Karena yang kita intervensi adalah ibu dan anak, maka kualitas makanan harus menjadi perhatian bersama,” ujar Fatmawati.
Menurutnya, standar kebersihan dan higienitas harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan MBG. Mulai dari kebersihan lingkungan dapur, bahan pangan, peralatan, proses pengolahan, kebersihan petugas, pengemasan, hingga distribusi kepada penerima manfaat perlu mendapat perhatian.