Jejak Jari Runcing dari Karst Sulawesi: Manusia Prasejarah Nusantara Tulis Ulang Sejarah Teknologi Dunia
Tim SINDOmakassar
Kamis, 03 September 2026 - 12:06 WIB
Kode visual berusia 67.000 tahun mengungkap rahasia besar di gua-gua kapur Sulawesi. Foto: Istimewa
Di kedalaman gua-gua kapur Sulawesi yang lembap, sebuah kode visual berusia 67.000 tahun mengungkap rahasia besar: manusia modern awal bukan sekadar pengembara, melainkan arsitek strategi berburu yang kompleks.
Di dinding gua yang dingin dan sunyi di kawasan karst Sulawesi, sebuah bayangan merah marun menolak untuk pudar. Itu adalah cetakan tangan manusia. Namun, ada yang ganjil. Jari-jemarinya tidak tumpul seperti milik kita; ujung-ujungnya meruncing, menyerupai cakar predator yang siap menerkam.
Selama puluhan tahun, Eropa dianggap sebagai tempat kelahiran kecerdasan simbolik manusia. Namun, penemuan terbaru dari jantung Nusantara ini menghancurkan narasi tersebut. Dengan penanggalan uranium-series yang menunjukkan angka mencengangkan ±67.800 tahun lalu lukisan ini bukan hanya seni tertua, melainkan sebuah "buku manual" teknologi dan organisasi sosial dari masa silam.
Menggeser Kiblat Peradaban
"Teori yang selama ini kita pelajari melalui buku-buku bahwa lukisan tertua bermula di Eropa itu kemudian terbantahkan," ujar Prof Akin Duli, arkeolog senior dari Universitas Hasanuddin Makassar.
Menurut Prof Akin, angka 67.800 tahun ini jauh melampaui temuan di Spanyol yang berada di kisaran 66.000 tahun, itu pun dengan metode validasi yang masih sering diperdebatkan oleh para ahli dunia.
"Sulawesi, yang masuk kawasan Wallacea ini, memegang peranan penting. Bukti ini menjadi dasar kita membantah bahwa budaya melukis gua berasal dari Eropa," tambahnya.
Di dinding gua yang dingin dan sunyi di kawasan karst Sulawesi, sebuah bayangan merah marun menolak untuk pudar. Itu adalah cetakan tangan manusia. Namun, ada yang ganjil. Jari-jemarinya tidak tumpul seperti milik kita; ujung-ujungnya meruncing, menyerupai cakar predator yang siap menerkam.
Selama puluhan tahun, Eropa dianggap sebagai tempat kelahiran kecerdasan simbolik manusia. Namun, penemuan terbaru dari jantung Nusantara ini menghancurkan narasi tersebut. Dengan penanggalan uranium-series yang menunjukkan angka mencengangkan ±67.800 tahun lalu lukisan ini bukan hanya seni tertua, melainkan sebuah "buku manual" teknologi dan organisasi sosial dari masa silam.
Menggeser Kiblat Peradaban
"Teori yang selama ini kita pelajari melalui buku-buku bahwa lukisan tertua bermula di Eropa itu kemudian terbantahkan," ujar Prof Akin Duli, arkeolog senior dari Universitas Hasanuddin Makassar.
Menurut Prof Akin, angka 67.800 tahun ini jauh melampaui temuan di Spanyol yang berada di kisaran 66.000 tahun, itu pun dengan metode validasi yang masih sering diperdebatkan oleh para ahli dunia.
"Sulawesi, yang masuk kawasan Wallacea ini, memegang peranan penting. Bukti ini menjadi dasar kita membantah bahwa budaya melukis gua berasal dari Eropa," tambahnya.