PDAM Makassar Sudah Salurkan 2.550 M3 Air untuk Warga Terdampak Kekeringan
Tim SINDOmakassar
Selasa, 15 September 2026 - 14:32 WIB
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum meninjau proses distribusi air bersih. Foto: Istimewa
Perumda Air Minum Kota Makassar terus memperluas dukungan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan. Hingga Selasa (15/9/2026), sebanyak 677 surat perintah kerja (SPK) telah diterbitkan dengan total penyaluran mencapai sekitar 2.550 meter kubik (m3) air bersih, yang diperuntukkan bagi warga terdampak, baik pelanggan maupun nonpelanggan.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya tanggap darurat untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan. Agar bantuan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan, proses distribusinya dilakukan secara terkoordinasi bersama berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan kekeringan.
Dalam penanganan kekeringan di Kota Makassar, Perumda Air Minum Kota Makassar menjadi penopang utama pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak. Penyediaan air tersebut berjalan beriringan dengan koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Palang Merah Indonesia (PMI), TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya, yang turut mendukung proses penyaluran bantuan kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Plt Kepala Bagian Produksi Perumda Air Minum Kota Makassar, Achmad Kamil Asri, mengatakan penerbitan SPK tersebut merupakan bagian dari dukungan Perumda Air Minum dalam pelaksanaan tanggap darurat kekeringan.
"Per hari ini tanggal 15 September 2026, untuk kegiatan tanggap darurat bencana kekeringan, PDAM sudah mengeluarkan SPK sebanyak 677 SPK dengan nilai kubikasi sekitar 2.550 meter kubik," kata Achmad Kamil.
Menurutnya, air bersih yang disalurkan tidak hanya diperuntukkan bagi distribusi yang dilakukan langsung oleh Perumda Air Minum. Penyaluran juga dilakukan melalui berbagai unsur yang bergerak dalam penanganan kekeringan di Kota Makassar.
"Penyaluran air bersih ini dalam kegiatan tanggap darurat bencana kali ini melalui BPBD, melalui DLH, PMI, TNI-Polri dan instansi-instansi lainnya yang terkait dengan kegiatan ini, termasuk PDAM itu sendiri," ujarnya.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya tanggap darurat untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan. Agar bantuan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan, proses distribusinya dilakukan secara terkoordinasi bersama berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan kekeringan.
Dalam penanganan kekeringan di Kota Makassar, Perumda Air Minum Kota Makassar menjadi penopang utama pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak. Penyediaan air tersebut berjalan beriringan dengan koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Palang Merah Indonesia (PMI), TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya, yang turut mendukung proses penyaluran bantuan kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Plt Kepala Bagian Produksi Perumda Air Minum Kota Makassar, Achmad Kamil Asri, mengatakan penerbitan SPK tersebut merupakan bagian dari dukungan Perumda Air Minum dalam pelaksanaan tanggap darurat kekeringan.
"Per hari ini tanggal 15 September 2026, untuk kegiatan tanggap darurat bencana kekeringan, PDAM sudah mengeluarkan SPK sebanyak 677 SPK dengan nilai kubikasi sekitar 2.550 meter kubik," kata Achmad Kamil.
Menurutnya, air bersih yang disalurkan tidak hanya diperuntukkan bagi distribusi yang dilakukan langsung oleh Perumda Air Minum. Penyaluran juga dilakukan melalui berbagai unsur yang bergerak dalam penanganan kekeringan di Kota Makassar.
"Penyaluran air bersih ini dalam kegiatan tanggap darurat bencana kali ini melalui BPBD, melalui DLH, PMI, TNI-Polri dan instansi-instansi lainnya yang terkait dengan kegiatan ini, termasuk PDAM itu sendiri," ujarnya.