Unhas Jadi Tuan Rumah Bursa Wirausaha Unggulan Sulsel
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Selasa, 15 September 2026 - 19:19 WIB
Suasana Bursa Wirausaha Unggulan Sulsel, di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (15/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah Bursa Wirausaha Unggulan Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diinisiasi Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa (15/9/2026), dengan mengusung tagline “Berani Mulai, Bertumbuh, Siap Berdampak”.
Bursa Wirausaha Unggulan Sulsel mempertemukan sekitar 1.000 peserta, mulai dari mahasiswa calon wirausaha hingga pelaku UMKM binaan inkubasi. Kegiatan tersebut mencakup diskusi, lokakarya, klinik produk, layanan, dan inkubasi usaha.
Wakil Rektor V Unhas Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha, Prof. Amir Ilyas, mengatakan kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Menurutnya, forum tersebut perlu menjadi ruang untuk membahas langkah konkret dalam mendorong inovasi kampus agar dapat dimanfaatkan dan dipasarkan.
"Unhas sekarang juga sudah memiliki Lembaga Sertifikasi Halal. Itu akan kami kembangkan dan kemarin juga Pak Rektor sudah menaikkan levelnya, bukan lagi sebagai pusat studi, tetapi sudah menjadi unit kegiatan bisnis Unhas. Pak Rektor juga membentuk bidang V ini, memang sudah dipatenkan untuk supaya perguruan tinggi itu ikut berwirausaha. Bukan lagi melahirkan inovasi, melahirkan temuan-temuan yang hanya prototipe kemudian tidak dilanjutkan ke ke pasar," ujarnya.
Amir menilai, perguruan tinggi perlu memperkuat sinergi dengan sektor UMKM agar hasil penelitian dan inovasi tidak berhenti setelah penelitian, skripsi, tesis, atau disertasi selesai.
"Kami di Universitas Hasanuddin awal-awalnya itu hanya dituntut untuk menghasilkan lulusan. Bahkan sekarang publikasi lagi digenjot perguruan tinggi, sehingga inovasi yang dilahirkan itu tidak lahir. Akhirnya hanya selesai penelitian, selesai ujian skripsi, tesis, disertasi, sudah tutup buku, tidak lagi dilanjutkan dengan untuk produk yang harusnya dibuat tidak dipasarkan," sebutnya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa (15/9/2026), dengan mengusung tagline “Berani Mulai, Bertumbuh, Siap Berdampak”.
Bursa Wirausaha Unggulan Sulsel mempertemukan sekitar 1.000 peserta, mulai dari mahasiswa calon wirausaha hingga pelaku UMKM binaan inkubasi. Kegiatan tersebut mencakup diskusi, lokakarya, klinik produk, layanan, dan inkubasi usaha.
Wakil Rektor V Unhas Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha, Prof. Amir Ilyas, mengatakan kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Menurutnya, forum tersebut perlu menjadi ruang untuk membahas langkah konkret dalam mendorong inovasi kampus agar dapat dimanfaatkan dan dipasarkan.
"Unhas sekarang juga sudah memiliki Lembaga Sertifikasi Halal. Itu akan kami kembangkan dan kemarin juga Pak Rektor sudah menaikkan levelnya, bukan lagi sebagai pusat studi, tetapi sudah menjadi unit kegiatan bisnis Unhas. Pak Rektor juga membentuk bidang V ini, memang sudah dipatenkan untuk supaya perguruan tinggi itu ikut berwirausaha. Bukan lagi melahirkan inovasi, melahirkan temuan-temuan yang hanya prototipe kemudian tidak dilanjutkan ke ke pasar," ujarnya.
Amir menilai, perguruan tinggi perlu memperkuat sinergi dengan sektor UMKM agar hasil penelitian dan inovasi tidak berhenti setelah penelitian, skripsi, tesis, atau disertasi selesai.
"Kami di Universitas Hasanuddin awal-awalnya itu hanya dituntut untuk menghasilkan lulusan. Bahkan sekarang publikasi lagi digenjot perguruan tinggi, sehingga inovasi yang dilahirkan itu tidak lahir. Akhirnya hanya selesai penelitian, selesai ujian skripsi, tesis, disertasi, sudah tutup buku, tidak lagi dilanjutkan dengan untuk produk yang harusnya dibuat tidak dipasarkan," sebutnya.