Jenazah TKI Asal Maros yang Meninggal di Armenia Berhasil Dipulangkan
Najmi S Limonu
Senin, 21 September 2026 - 12:32 WIB
Bupati Maros, AS Chaidir Syam ikut mengangkat peti jenazah TKI yang meninggal di Armenia. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Jenazah Valenth A Tambuto (24), warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang ditemukan tewas di Kota Yerevan, Armenia, akhirnya dipulangkan ke Indonesia.
Jenazah Valenth tiba di Kabupaten Maros setelah proses pemulangan berlangsung sekitar dua bulan.
Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan, proses pemulangan jenazah Valenth menjadi perjuangan panjang karena adanya sejumlah keterbatasan, termasuk persoalan hubungan bilateral dengan Armenia.
Dia mengapresiasi pemerintah pusat, Kementerian Luar Negeri, BP3MI, serta anggota DPR RI yang ikut mengawal proses tersebut.
"Ini memang sebuah perjuangan yang begitu panjang karena ada beberapa hal yang sangat terbatas dengan kondisi tenaga kerja kita, terutama persoalan hubungan secara bilateral dengan lokasi kejadian di Armenia," ujar Chaidir.
Chaidir menambahkan, pemerintah Kabupaten Maros bersama keluarga bersyukur jenazah Valent akhirnya dapat dipulangkan ke tanah air dan tiba di Terminal Cargo Bandara Internasional Hasanuddin Maros, pada Minggu (20/9) malam.
Pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan anggota DPR RI yang turut mengawal proses pemulangan tersebut.
Jenazah Valenth tiba di Kabupaten Maros setelah proses pemulangan berlangsung sekitar dua bulan.
Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan, proses pemulangan jenazah Valenth menjadi perjuangan panjang karena adanya sejumlah keterbatasan, termasuk persoalan hubungan bilateral dengan Armenia.
Dia mengapresiasi pemerintah pusat, Kementerian Luar Negeri, BP3MI, serta anggota DPR RI yang ikut mengawal proses tersebut.
"Ini memang sebuah perjuangan yang begitu panjang karena ada beberapa hal yang sangat terbatas dengan kondisi tenaga kerja kita, terutama persoalan hubungan secara bilateral dengan lokasi kejadian di Armenia," ujar Chaidir.
Chaidir menambahkan, pemerintah Kabupaten Maros bersama keluarga bersyukur jenazah Valent akhirnya dapat dipulangkan ke tanah air dan tiba di Terminal Cargo Bandara Internasional Hasanuddin Maros, pada Minggu (20/9) malam.
Pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan anggota DPR RI yang turut mengawal proses pemulangan tersebut.