Kader PKK Diminta Jadi Penggerak Keluarga di Masyarakat
Bahar Karibo
Senin, 21 September 2026 - 17:52 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri. Foto: SINDO Makassar/Bahar Karibo
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Ny. Gunya Paramasukhaputri, mendorong penguatan peran keluarga melalui Sosialisasi Keluarga Sakinah yang digelar di Aula Kantor Camat Tompobulu, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti TP PKK tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa. Sosialisasi membahas pentingnya membangun keluarga yang kuat, harmonis, dan berkarakter sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Gunya mengatakan keluarga sakinah tidak hanya dimaknai sebagai keluarga yang harmonis dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, keluarga juga perlu menjalankan fungsi agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan, dan sosial secara seimbang.
Ia mengatakan 10 Program Pokok PKK memiliki peran strategis dalam mewujudkan keluarga sakinah karena program tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan keluarga dan masyarakat.
"Keluarga yang memiliki nilai-nilai agama dan moral yang kuat akan mampu membentuk anak-anak yang berkarakter. Keluarga yang memiliki komunikasi yang baik akan lebih mampu mencegah konflik dan kekerasan dalam rumah tangga. Keluarga yang memahami pentingnya kesehatan akan lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak, gizi," tuturnya.
Ia juga mengajak kader PKK menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Menurutnya, kader PKK tidak hanya menjalankan kegiatan administratif dan program organisasi, tetapi juga berperan sebagai penggerak, penyuluh, motivator, dan teladan bagi keluarga di lingkungannya.
"Saya mengajak seluruh jajaran TP PKK, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan, untuk terus meningkatkan koordinasi, inovasi dan kolaborasi dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK," katanya.
Kegiatan tersebut diikuti TP PKK tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa. Sosialisasi membahas pentingnya membangun keluarga yang kuat, harmonis, dan berkarakter sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Gunya mengatakan keluarga sakinah tidak hanya dimaknai sebagai keluarga yang harmonis dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, keluarga juga perlu menjalankan fungsi agama, pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan, dan sosial secara seimbang.
Ia mengatakan 10 Program Pokok PKK memiliki peran strategis dalam mewujudkan keluarga sakinah karena program tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan keluarga dan masyarakat.
"Keluarga yang memiliki nilai-nilai agama dan moral yang kuat akan mampu membentuk anak-anak yang berkarakter. Keluarga yang memiliki komunikasi yang baik akan lebih mampu mencegah konflik dan kekerasan dalam rumah tangga. Keluarga yang memahami pentingnya kesehatan akan lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak, gizi," tuturnya.
Ia juga mengajak kader PKK menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Menurutnya, kader PKK tidak hanya menjalankan kegiatan administratif dan program organisasi, tetapi juga berperan sebagai penggerak, penyuluh, motivator, dan teladan bagi keluarga di lingkungannya.
"Saya mengajak seluruh jajaran TP PKK, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan, untuk terus meningkatkan koordinasi, inovasi dan kolaborasi dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK," katanya.