home sulsel

BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting

Sabtu, 26 September 2026 - 17:54 WIB
Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra Komisi IX DPR RI di Desa Tanakaraeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sabtu (26/9/2026).
Upaya membangun keluarga berkualitas terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra Komisi IX DPR RI di Desa Tanakaraeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Dr Fatmawati, Anggota Komisi IX DPR RI DrnAshabul Kahfi, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, serta masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Ashabul Kahfi mengatakan sosialisasi menjadi penting untuk memastikan masyarakat memahami program pemerintah di bidang pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana.Menurutnya, pembangunan keluarga saat ini tidak hanya berbicara mengenai pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Yang kita bangun bukan hanya keluarganya, tetapi manusianya. Karena itu, edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan, terutama terkait kesehatan, gizi, keluarga berencana dan pengasuhan anak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, memperkenalkan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yakni GENTING, TAMASYA, GATI, SIDAYA dan SAKINA Super AppsFatmawati menjelaskan, GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) mendorong keterlibatan masyarakat dalam membantu keluarga berisiko stunting, terutama melalui dukungan pemenuhan gizi dan pendampingan.TAMASYA berkaitan dengan penguatan dukungan pengasuhan anak, sementara GATI mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pembangunan keluarga.

“Jangan semua urusan keluarga dibebankan kepada perempuan. Ayah juga harus hadir, mendampingi dan memberikan teladan kepada anak,” kata Fatmawati.

Adapun SIDAYA diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat, sedangkan SAKINA Super Apps memanfaatkan teknologi untuk memudahkan akses informasi dan layanan pembangunan keluarga.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya