PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
Fitra Budin
Minggu, 27 September 2026 - 13:13 WIB
Program pemulihan ekosistem laut di Pulau Bulu Poloe mulai dijalankan PT Citra Lampia Mandiri (CLM) lewat transplantasi terumbu karang, sekaligus ngan aksi mengangkut sekitar dua ton sampah plastik.
Program pemulihan ekosistem laut di Pulau Bulu Polo'e mulai dijalankan PT Citra Lampia Mandiri (CLM) lewat transplantasi terumbu karang, bersamaan dengan aksi bersih-bersih yang mengangkut sekitar dua ton sampah plastik dari kawasan itu pada 26–27 September 2026.
Sebanyak 100 unit "spider" atau kerangka besi berbentuk laba-laba diturunkan sebagai media tanam bibit terumbu karang tahap awal.
Pemasangan dilakukan delapan penyelam Mori Diving Club di kedalaman 10 meter.
Kegiatan bertajuk World Cleanup Day dan Transplantasi Terumbu Karang ini digelar setelah survei sebelumnya menemukan kondisi terumbu karang di perairan Bulu Polo'e berada dalam kondisi kritis, sementara sampah plastik mayoritas botol air mineral bekas juga menumpuk di kawasan pesisir.
Sebanyak 70 orang ambil bagian dalam aksi tersebut, melibatkan Polair, TNI AL, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, penggiat lingkungan, Karang Taruna, Kwarcab Pramuka Luwu Timur, Komunitas Pegiat Literasi (KOMPLIT) Lutim, media JMSI, PMI, Basarnas, dan sejumlah komunitas lainnya.
Manajer Eksternal PT CLM, Fauzi Lukman, menjelaskan perusahaan menyiapkan 500 hingga 1.000 unit spider untuk mencapai target restorasi 0,5 hektare terumbu karang hingga 2029.
"Ini menjadi kolaborasi kita bersama untuk menjaga pulau tersebut, sehingga ekosistem di perairan maupun pulaunya tetap terjaga," ujarnya.
Sebanyak 100 unit "spider" atau kerangka besi berbentuk laba-laba diturunkan sebagai media tanam bibit terumbu karang tahap awal.
Pemasangan dilakukan delapan penyelam Mori Diving Club di kedalaman 10 meter.
Kegiatan bertajuk World Cleanup Day dan Transplantasi Terumbu Karang ini digelar setelah survei sebelumnya menemukan kondisi terumbu karang di perairan Bulu Polo'e berada dalam kondisi kritis, sementara sampah plastik mayoritas botol air mineral bekas juga menumpuk di kawasan pesisir.
Sebanyak 70 orang ambil bagian dalam aksi tersebut, melibatkan Polair, TNI AL, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, penggiat lingkungan, Karang Taruna, Kwarcab Pramuka Luwu Timur, Komunitas Pegiat Literasi (KOMPLIT) Lutim, media JMSI, PMI, Basarnas, dan sejumlah komunitas lainnya.
Manajer Eksternal PT CLM, Fauzi Lukman, menjelaskan perusahaan menyiapkan 500 hingga 1.000 unit spider untuk mencapai target restorasi 0,5 hektare terumbu karang hingga 2029.
"Ini menjadi kolaborasi kita bersama untuk menjaga pulau tersebut, sehingga ekosistem di perairan maupun pulaunya tetap terjaga," ujarnya.