Bupati Bantaeng Ajak Pelajar Peduli Lingkungan
Bahar Karibo
Kamis, 08 Oktober 2026 - 17:11 WIB
Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin foto bersama pelajar. Foto: Istimewa
Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, mengajak pelajar membangun kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan Festival Generasi Hijau Jilid III di SMA Negeri 1 Bantaeng, Kamis (8/10/2026).
Festival yang diselenggarakan OSIS SMA Negeri 1 Bantaeng tersebut mengusung tema “Nusantara Lestari, Semangat Muda Menjaga Ekosistem dan Kehidupan.”
Kegiatan ini mempertemukan pelajar SMA, SMK, dan MA dari wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Bantaeng-Bulukumba-Sinjai. Festival berlangsung selama tiga hari, 8-10 Oktober 2026.
Bupati mengapresiasi pelaksanaan Festival Generasi Hijau yang telah memasuki tahun ketiga. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mendukung pendidikan akademik, tetapi juga memberi ruang bagi pelajar untuk memahami dan mengambil peran dalam persoalan lingkungan.
"Inilah salah satu sekolah yang mengangkat tema khusus tentang lingkungan. Pendidikan itu memang menjadi dasar, tetapi perlu ada hal-hal lain seperti bagaimana kita bisa mengelola sampah,” ujarnya.
Menurut Bupati, persoalan sampah menjadi salah satu tantangan lingkungan yang perlu mendapat perhatian bersama, termasuk dari kalangan generasi muda. Karena itu, sekolah dan pelajar didorong untuk terus membangun kesadaran menjaga lingkungan.
Festival Generasi Hijau Jilid III diisi berbagai kegiatan dan perlombaan yang mendorong kreativitas serta kepedulian pelajar terhadap lingkungan. Di antaranya poster digital, pertunjukan busana kreatif, cipta dan baca puisi, serta rancangan usaha inovatif.
Festival yang diselenggarakan OSIS SMA Negeri 1 Bantaeng tersebut mengusung tema “Nusantara Lestari, Semangat Muda Menjaga Ekosistem dan Kehidupan.”
Kegiatan ini mempertemukan pelajar SMA, SMK, dan MA dari wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Bantaeng-Bulukumba-Sinjai. Festival berlangsung selama tiga hari, 8-10 Oktober 2026.
Bupati mengapresiasi pelaksanaan Festival Generasi Hijau yang telah memasuki tahun ketiga. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mendukung pendidikan akademik, tetapi juga memberi ruang bagi pelajar untuk memahami dan mengambil peran dalam persoalan lingkungan.
"Inilah salah satu sekolah yang mengangkat tema khusus tentang lingkungan. Pendidikan itu memang menjadi dasar, tetapi perlu ada hal-hal lain seperti bagaimana kita bisa mengelola sampah,” ujarnya.
Menurut Bupati, persoalan sampah menjadi salah satu tantangan lingkungan yang perlu mendapat perhatian bersama, termasuk dari kalangan generasi muda. Karena itu, sekolah dan pelajar didorong untuk terus membangun kesadaran menjaga lingkungan.
Festival Generasi Hijau Jilid III diisi berbagai kegiatan dan perlombaan yang mendorong kreativitas serta kepedulian pelajar terhadap lingkungan. Di antaranya poster digital, pertunjukan busana kreatif, cipta dan baca puisi, serta rancangan usaha inovatif.