SIT Darul Fikri Makassar Gelar Talkshow Inclusive Education Bersama Wagub Sulsel
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:58 WIB
Suasana talkshow di Aula Sakinah SIT Dafi Makassar, Jalan Meranti, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (20/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Fikri (Dafi) Makassar menggelar Talkshow bertajuk "Inclusive Education", di Aula Sakinah SIT Dafi Makassar, Jalan Meranti, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (20/10/2026).
Agenda ini menghadirkan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, sebagai salah satu pembicara utama. Wagub dalam kesempatan itu membawakan materi “Menumbuhkan Ketangguhan dan Potensi Terbaik Anak di Era Modern: Pola Asuh yang Hangat, Adaptif, dan Berfokus pada Potensi Setiap Anak”.
Ketua Yayasan SIT Darul Fikri, Rasyidin Adnan, mengungkapkan, pendidikan inklusif sangat penting di era modern, di mana anak-anak rentan terhadap dampak negatif paparan teknologi digital hingga pola makan yang kurang sehat, seperti konsumsi gula berlebih
"Sehingga ini tantangan zaman sekarang yang memang tidak bisa kita abaikan. Jadi anak-anak normal atau reguler itu bisa bagaimana mereka menghargai anak-anak inklusi, sementara anak-anak inklusi juga butuh rangsangan dari anak-anak normal untuk bagaimana pertumbuhan dan perkembangannya bisa lebih baik. Di sinilah Darul Fikri menjadi perantara itu semua," paparnya.
Melalui pendidikan inklusif, lanjut dia, SIT Darul Fikri hadir sebagai perantara untuk membangun pemahaman saling menghargai.
"Anak-anak ini kita edukasi bagaimana berinteraksi dengan baik dan positif dengan anak-anak inklusi. Kemudian, anak-anak inklusi juga bisa mendapatkan manfaat ketika proses mereka untuk bisa tumbuh kembangnya lebih baik itu ketika berinteraksi dengan anak normal, dan itu memang diakui oleh orang tua murid kami bahwa itu sangat membantu anak-anak inklusi kita, di samping terapi-terapi yang memang kita lakukan," lanjut Rasyidin.
Untuk mendukung proses belajar mengajar, kata dia, pihaknya menyiapkan sekitar 120 guru pendamping khusus (shadow teacher) dengan rasio satu guru pendamping untuk setiap satu anak.
Agenda ini menghadirkan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, sebagai salah satu pembicara utama. Wagub dalam kesempatan itu membawakan materi “Menumbuhkan Ketangguhan dan Potensi Terbaik Anak di Era Modern: Pola Asuh yang Hangat, Adaptif, dan Berfokus pada Potensi Setiap Anak”.
Ketua Yayasan SIT Darul Fikri, Rasyidin Adnan, mengungkapkan, pendidikan inklusif sangat penting di era modern, di mana anak-anak rentan terhadap dampak negatif paparan teknologi digital hingga pola makan yang kurang sehat, seperti konsumsi gula berlebih
"Sehingga ini tantangan zaman sekarang yang memang tidak bisa kita abaikan. Jadi anak-anak normal atau reguler itu bisa bagaimana mereka menghargai anak-anak inklusi, sementara anak-anak inklusi juga butuh rangsangan dari anak-anak normal untuk bagaimana pertumbuhan dan perkembangannya bisa lebih baik. Di sinilah Darul Fikri menjadi perantara itu semua," paparnya.
Melalui pendidikan inklusif, lanjut dia, SIT Darul Fikri hadir sebagai perantara untuk membangun pemahaman saling menghargai.
"Anak-anak ini kita edukasi bagaimana berinteraksi dengan baik dan positif dengan anak-anak inklusi. Kemudian, anak-anak inklusi juga bisa mendapatkan manfaat ketika proses mereka untuk bisa tumbuh kembangnya lebih baik itu ketika berinteraksi dengan anak normal, dan itu memang diakui oleh orang tua murid kami bahwa itu sangat membantu anak-anak inklusi kita, di samping terapi-terapi yang memang kita lakukan," lanjut Rasyidin.
Untuk mendukung proses belajar mengajar, kata dia, pihaknya menyiapkan sekitar 120 guru pendamping khusus (shadow teacher) dengan rasio satu guru pendamping untuk setiap satu anak.