Sosialisasi Bangga Kencana di Takalar, Perkuat Peran Keluarga untuk Generasi Berkualitas
Tim SINDOmakassar
Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:57 WIB
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI menggelar Sosialisasi Program Bangga Kencana pada Minggu (25/10/2026), di Jalan Karaeng Rapi, Bontosunggu. Foto: Ist
Keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Untuk memperkuat peran tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI menggelar Sosialisasi Program Bangga Kencana pada Minggu (25/10/2026), di Jalan Karaeng Rapi, Bontosunggu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, Dr Ashabul Kahfi, Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Takalar, Ir Sukwansyah serta PKB/PLKB. Sosialisasi ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembangunan keluarga, perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, dan pengasuhan yang berkualitas.
Dalam sambutannya, Dr Fatmawati menegaskan, Program Bangga Kencana memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya dalam memanfaatkan peluang bonus demografi.
"Besarnya jumlah penduduk usia produktif harus diimbangi dengan peningkatan kualitas penduduk melalui pembangunan keluarga, pengendalian pertumbuhan penduduk, kesehatan reproduksi, serta penguatan peran keluarga,” kata dia.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat agar program ini memberi manfaat nyata.
Menurutnya, pemanfaatan bonus demografi perlu diiringi dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat, mendampingi tumbuh kembang anak, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, edukasi pembangunan keluarga perlu terus diperluas agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga diajak mengenal program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), dan SAKINA Super Apps. Berbagai program ini mendukung kebutuhan keluarga, mulai dari pencegahan stunting, pengasuhan anak, keterlibatan ayah, pemberdayaan lansia, hingga akses informasi dan layanan pembangunan keluarga.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, Dr Ashabul Kahfi, Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Takalar, Ir Sukwansyah serta PKB/PLKB. Sosialisasi ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembangunan keluarga, perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, dan pengasuhan yang berkualitas.
Dalam sambutannya, Dr Fatmawati menegaskan, Program Bangga Kencana memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya dalam memanfaatkan peluang bonus demografi.
"Besarnya jumlah penduduk usia produktif harus diimbangi dengan peningkatan kualitas penduduk melalui pembangunan keluarga, pengendalian pertumbuhan penduduk, kesehatan reproduksi, serta penguatan peran keluarga,” kata dia.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat agar program ini memberi manfaat nyata.
Menurutnya, pemanfaatan bonus demografi perlu diiringi dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat, mendampingi tumbuh kembang anak, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, edukasi pembangunan keluarga perlu terus diperluas agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga diajak mengenal program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), dan SAKINA Super Apps. Berbagai program ini mendukung kebutuhan keluarga, mulai dari pencegahan stunting, pengasuhan anak, keterlibatan ayah, pemberdayaan lansia, hingga akses informasi dan layanan pembangunan keluarga.