Bupati Bone Ajak Warga Berbagi Kisah Inspiratif Lewat Tulisan
Justang Muhammad
Senin, 26 Oktober 2026 - 13:51 WIB
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman membuka Festival Literasi (Feslit) Kabupaten Bone Tahun 2026. Foto: SINDO Makassar/Justang Muhammad
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, mengajak masyarakat untuk mendokumentasikan kisah sukses, pengalaman hidup, dan prestasi dalam bentuk tulisan agar dapat menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Festival Literasi (Feslit) Kabupaten Bone Tahun 2026 di pelataran Perpustakaan Umum Daerah Bone, Kota Watampone, Senin (26/10/2026).
Festival yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bone ini mengusung tema “Literasi Mengakar, Bone Bertumbuh” dan berlangsung selama tiga hari, 26–28 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Bone juga mendorong agar kegiatan literasi tidak hanya terpusat di Kota Watampone, tetapi diperluas hingga ke berbagai kecamatan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara merata.
“Kegiatan seperti ini bisa kita laksanakan di luar Kota Watampone, misalnya di Kecamatan Barebbo dan kecamatan lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Menurut Bupati, pengembangan budaya literasi harus menjadi gerakan bersama untuk memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, serta mendorong masyarakat agar terus belajar dan mengembangkan potensi diri.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berbagi pengalaman dan kisah keberhasilan yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi orang lain.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Festival Literasi (Feslit) Kabupaten Bone Tahun 2026 di pelataran Perpustakaan Umum Daerah Bone, Kota Watampone, Senin (26/10/2026).
Festival yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bone ini mengusung tema “Literasi Mengakar, Bone Bertumbuh” dan berlangsung selama tiga hari, 26–28 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Bone juga mendorong agar kegiatan literasi tidak hanya terpusat di Kota Watampone, tetapi diperluas hingga ke berbagai kecamatan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara merata.
“Kegiatan seperti ini bisa kita laksanakan di luar Kota Watampone, misalnya di Kecamatan Barebbo dan kecamatan lainnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Menurut Bupati, pengembangan budaya literasi harus menjadi gerakan bersama untuk memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, serta mendorong masyarakat agar terus belajar dan mengembangkan potensi diri.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berbagi pengalaman dan kisah keberhasilan yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi orang lain.