Fatayat NU Bantaeng Gandeng YBH PA Bangkit Cegah Kekerasan Anak-Perempuan
Bahar Karibo
Senin, 26 Oktober 2026 - 15:28 WIB
Ketua TP PKK Bantaeng, Guna Paramasukhaputri bersama perwakilan Fatayat NU dan YBH PA Bangkit. Foto: SINDO Makassar/Baharuddin Karibo
Upaya memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Bantaeng dilakukan melalui kerja sama antara PC Fatayat NU Bantaeng dan Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak (YBH PA) Bangkit.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam Seminar Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan/Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Senin (26/10/2026).
Seminar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Bantaeng itu berlangsung di Aula Husni Kamil Manik KPU Kabupaten Bantaeng. Kegiatan mengusung tema “Remaja Cerdas, Sehat Reproduksi dan Bebas Kekerasan Menuju Generasi Santri Berdaya”.
Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, yang membuka kegiatan tersebut, mengatakan seminar ini menjadi salah satu upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki pemahaman untuk melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan.
Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi momentum untuk mempersiapkan generasi penerus yang berilmu, beriman, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Santri hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Mereka tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan agama yang kuat, tetapi juga perlu dibekali wawasan kesehatan, keterampilan hidup, kecerdasan emosional, serta pemahaman tentang hak dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Dalam seminar tersebut, terdapat tiga hal yang menjadi perhatian, yakni pembentukan remaja yang cerdas dan berkarakter, peningkatan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, serta penguatan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam Seminar Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan/Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Senin (26/10/2026).
Seminar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Bantaeng itu berlangsung di Aula Husni Kamil Manik KPU Kabupaten Bantaeng. Kegiatan mengusung tema “Remaja Cerdas, Sehat Reproduksi dan Bebas Kekerasan Menuju Generasi Santri Berdaya”.
Ketua TP PKK Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, yang membuka kegiatan tersebut, mengatakan seminar ini menjadi salah satu upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki pemahaman untuk melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan.
Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi momentum untuk mempersiapkan generasi penerus yang berilmu, beriman, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Santri hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Mereka tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan agama yang kuat, tetapi juga perlu dibekali wawasan kesehatan, keterampilan hidup, kecerdasan emosional, serta pemahaman tentang hak dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Dalam seminar tersebut, terdapat tiga hal yang menjadi perhatian, yakni pembentukan remaja yang cerdas dan berkarakter, peningkatan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, serta penguatan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.