Ubah Sampah Plastik Jadi Furnitur, RAPPO Living PLN Raih Gold ICA ISDA 2026

Jum'at, 02 Okt 2026 15:49
Ubah Sampah Plastik Jadi Furnitur, RAPPO Living PLN Raih Gold ICA ISDA 2026
Inovasi mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi lewat RAPPO Living mengantarkan PLN UID Sulselrabar meraih penghargaan Gold pada ajang ICA dan ISDA 2026. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan di kawasan pesisir diolah menjadi produk bernilai ekonomi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar.

Inovasi tersebut dikembangkan lewat RAPPO Living: From Plastic Waste to Circular Furniture, yang mengantarkan PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) meraih penghargaan Gold pada ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.

Penghargaan tersebut diberikan dalam penganugerahan ICA dan ISDA Awards 2026 di Binakarna Auditorium, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (29/9). Tahun ini, ajang tersebut diikuti 275 peserta sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan dan kontribusinya terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

RAPPO Living dikembangkan PLN UID Sulselrabar bersama Rappo Indonesia untuk menjawab dua persoalan sekaligus, yakni penanganan sampah plastik dan terbatasnya peluang ekonomi masyarakat pesisir di Kota Makassar. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sampah tidak lagi dipandang sekadar sebagai limbah, tetapi diolah menjadi bahan baku produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

Dalam program tersebut, sampah plastik jenis high-density polyethylene (HDPE) dan polypropylene (PP) diolah menjadi berbagai furnitur dan aksesori. Selain membantu mengurangi potensi pencemaran lingkungan, pengolahan tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperoleh penghasilan dari kegiatan berbasis daur ulang.

General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengatakan, penghargaan Gold yang diraih RAPPO Living menjadi dorongan bagi PLN untuk terus mengembangkan program TJSL yang menggabungkan aspek lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Melalui RAPPO Living, PLN mendukung masyarakat untuk mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Dukungan sarana, peningkatan keterampilan, dan pendampingan yang kami hadirkan diharapkan dapat membuka peluang kerja sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat,” kata Edyansyah.

Menurut dia, penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi PLN untuk memperluas program yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, PLN memberikan dukungan sarana produksi, pelatihan, serta pendampingan kepada masyarakat pesisir di Untia, Kota Makassar. Berdasarkan data program, RAPPO Living telah mengolah 10,2 ton sampah plastik dengan melibatkan lebih dari 200 masyarakat dalam kegiatan pengumpulan sampah.

Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam keberlanjutan program. Warga tidak hanya berperan dalam mengumpulkan sampah, tetapi juga didorong untuk terlibat dalam rantai pengolahan dan pengembangan produk berbasis bahan daur ulang.

Keberlanjutan RAPPO Living juga diperkuat melalui kolaborasi dengan bank sampah, pengepul, komunitas lingkungan, dan sejumlah mitra lainnya. Kolaborasi tersebut mendukung ketersediaan bahan baku, pengembangan produk, hingga perluasan akses pemasaran.

Melalui skema tersebut, RAPPO Living mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi sirkular yang menghubungkan pengelolaan sampah dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Sampah plastik yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat kembali dimanfaatkan sebagai bahan baku produk dengan nilai tambah. Program ini sekaligus membuka peluang tumbuhnya pekerjaan hijau (green jobs) di tingkat masyarakat.

Pemberdayaan tersebut memperlihatkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Raihan Gold pada ICA dan ISDA Awards 2026 menjadi pengakuan atas pelaksanaan program RAPPO Living sekaligus memperkuat komitmen PLN UID Sulselrabar dalam mengembangkan TJSL yang berorientasi pada keberlanjutan. Melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi pengolahan, PLN mendorong sampah plastik memiliki nilai baru sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru