Vale Perluas Akses Pasar UMKM Lokal Lewat Rumah Oleh-Oleh Telaloa

Senin, 05 Okt 2026 17:44
Vale Perluas Akses Pasar UMKM Lokal Lewat Rumah Oleh-Oleh Telaloa
PT Vale Indonesia melakukan peresmian Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha, Luwu Timur untuk mendukung UMKM lokal tumbuh dan berkembang. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Produk yang berkualitas belum cukup untuk membuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh berkelanjutan. Akses pasar menjadi mata rantai penting agar produk lokal tidak berhenti di tangan produsen, tetapi dapat menjangkau lebih banyak konsumen.

Kebutuhan itulah yang coba dijawab PT Vale Indonesia Tbk (Vale Indonesia) melalui peresmian Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha, Luwu Timur. Kehadiran pusat oleh-oleh tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan membuka kanal pemasaran sekaligus mempertemukan produk UMKM lokal dengan pasar yang lebih luas.

Rumah Oleh-Oleh Telaloa diharapkan tidak sekadar menjadi tempat penjualan produk. Lebih jauh, keberadaannya diarahkan menjadi bagian dari ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha, koperasi, masyarakat, dan konsumen dalam satu ruang pemasaran.

Saat ini, sebanyak 127 UMKM tercatat sebagai binaan Vale Indonesia. Selain itu, terdapat 49 UMKM potensial yang tengah dipersiapkan untuk menjadi bagian dari program pembinaan perusahaan. Mereka tersebar di empat kecamatan, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya dilakukan dengan meningkatkan kemampuan menghasilkan produk.

“Pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan menghasilkan produk. Pelaku usaha juga membutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari kapasitas pengelolaan usaha, pemenuhan legalitas, hingga akses terhadap pasar,” ujar Yusri.

Menurutnya, tanpa dukungan tersebut, produk lokal berpotensi kesulitan menjangkau konsumen dan berkembang secara berkelanjutan. Karena itu, pembinaan perlu berjalan beriringan dengan pembukaan akses pasar.

“Vale Indonesia mendorong pembinaan UMKM yang berjalan beriringan dengan pembukaan akses pasar. Pendekatan ini diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga masuk dan memenuhi kebutuhan pasar serta memiliki peluang untuk meningkatkan usahanya,” katanya.

Yusri mengakui masih terdapat berbagai kendala yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha. Karena itu, Rumah Oleh-Oleh Telaloa diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

“Banyak kendala yang masih dihadapi teman-teman UMKM. Karena itu, kami berharap pendampingan dan pembukaan akses pasar melalui Pusat Oleh-Oleh Telaloa ini dapat membantu mereka mengembangkan usahanya,” jelas Yusri.

Dari sisi pemerintah daerah, pengembangan UMKM juga membutuhkan sinergi dan komunikasi antara pelaku usaha, pemerintah, serta dunia usaha.

Camat Nuha, Arief Fadillah Amier, mengatakan kolaborasi diperlukan agar berbagai persoalan yang dihadapi pelaku UMKM dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama.

“Perlu kolaborasi, duduk bersama, dan banyak komunikasi agar kita bisa memberikan solusi kepada UMKM, termasuk agar semakin banyak produk yang dapat masuk dan dipasarkan di sini. Ini merupakan bentuk upaya yang baik untuk membuka ruang bagi pelaku UMKM,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendukung berbagai inisiatif yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat. “Kami akan selalu mendukung hal-hal baik yang dilakukan Vale Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan masyarakat. Semoga pusat oleh-oleh ini bisa terus berkembang dan mendukung kemajuan ekonomi lokal,” ujar Arief.

Rumah Oleh-Oleh Telaloa akan beroperasi Senin hingga Sabtu, pukul 09.00–17.00 WITA. Kehadirannya diharapkan menjadi salah satu kanal pemasaran bagi produk UMKM dari empat kecamatan di Luwu Timur.

Lebih dari sekadar etalase produk lokal, Telaloa diharapkan menjadi titik temu antara produk dan pasar. Dengan akses yang lebih dekat kepada konsumen, pelaku UMKM memiliki ruang untuk memperkenalkan produk, membangun pasar, dan mengembangkan usahanya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari pendekatan Vale Indonesia dalam memperkuat UMKM melalui pendampingan yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga kapasitas usaha, legalitas, dan pemasaran.

Dengan fondasi usaha yang lebih kuat serta akses pasar yang semakin terbuka, produk lokal diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan memberi dampak terhadap perekonomian masyarakat Luwu Timur.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru