Pertamina Buka Jalan Wastra Sulsel Menuju Pasar Global
Kamis, 08 Okt 2026 12:34
Brand fashion dan kerajinan tangan asal Makassar, Maskerade, membawa karya berbasis wastra Sulawesi Selatan ke ajang INACRAFT 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC), Jakarta. Foto/IST
MAKASSAR - Kain tradisional tak lagi sekadar disimpan sebagai warisan masa lalu. Di tangan Maskerade, wastra Sulawesi Selatan diolah menjadi busana dan kerajinan yang lebih dekat dengan gaya hidup generasi masa kini.
Brand fashion dan kerajinan tangan asal Makassar itu membawa karya berbasis wastra Sulawesi Selatan ke ajang INACRAFT 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC), Jakarta. Kehadiran Maskerade dalam pameran yang berlangsung 7–11 September 2026 tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus membuka akses pasar dan jejaring bisnis yang lebih luas.
Maskerade merupakan UMKM mitra binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang terpilih melalui proses kurasi untuk mewakili Sulawesi Selatan dalam ajang kerajinan dan produk kreatif berskala nasional tersebut.
Bagi Maskerade, keikutsertaan di INACRAFT bukan sekadar memamerkan produk. Ajang ini menjadi ruang untuk mempertemukan karya berbasis budaya lokal dengan konsumen, calon mitra, dan pelaku industri kreatif dari berbagai daerah.
Maskerade didirikan Nana Ibrahim pada 2017. Usaha tersebut bermula sederhana, dengan modal yang bersumber dari uang jajan Nana saat masih kuliah. Dari titik awal itu, Nana membawa satu gagasan yang kemudian menjadi identitas Maskerade: membuat kain tradisional tetap relevan tanpa kehilangan akar budayanya.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui busana kontemporer yang memadukan kekayaan wastra Nusantara, di antaranya Sutra Sengkang dan Tenun Toraja, dengan desain modern. Maskerade juga mengembangkan berbagai aksesori dengan memanfaatkan material ramah lingkungan, termasuk limbah botol kaca yang diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi.
Perkembangan Maskerade sekaligus membuka ruang bagi penjahit dan pengrajin lokal untuk terlibat dalam proses produksi. Dari Makassar, produknya kini dipasarkan melalui gerai resmi di Nipah Park Makassar dan telah menjangkau konsumen di sejumlah negara, seperti Malaysia, Jepang, dan Belanda.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto mengatakan, keikutsertaan Maskerade di INACRAFT merupakan bagian dari upaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM binaan.
“Maskerade menunjukkan bagaimana kekayaan budaya lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang punya nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui INACRAFT, kami ingin membuka lebih banyak ruang bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produknya, membangun jaringan, dan menemukan peluang baru untuk mengembangkan usaha,” ujar Lilik.
Menurut Lilik, pengembangan UMKM membutuhkan proses yang berkelanjutan. Tidak hanya peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga akses pasar, penguatan merek, kesempatan memperkenalkan produk, dan perluasan jejaring bisnis.
Pendampingan terhadap UMKM, kata dia, diarahkan agar potensi lokal tidak berhenti menjadi produk, tetapi berkembang menjadi usaha yang memiliki daya saing dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Bagi Nana, perjalanan Maskerade dari usaha kecil hingga dapat membawa karya berbasis wastra Sulawesi Selatan ke berbagai pasar menjadi proses panjang untuk membangun sebuah brand.
“Dari awal, kami ingin menunjukkan bahwa kain tradisional bisa tampil modern dan dekat dengan anak muda. Kami terus belajar bagaimana mengolah cerita dari kain dan budaya kita menjadi produk yang bisa diterima lebih banyak orang. Kesempatan mengikuti INACRAFT memberi kami ruang untuk bertemu pasar baru, memperkenalkan karya, sekaligus melihat peluang kolaborasi yang bisa dikembangkan ke depan,” kata Nana.
Keterlibatan pengrajin dan penjahit lokal menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Setiap produk Maskerade melewati proses mulai dari pemilihan material, pengembangan desain, hingga pengerjaan oleh tenaga lokal.
“Bagi kami, setiap produk punya cerita. Ada cerita tentang kainnya, pengrajinnya, daerah asalnya, dan proses bagaimana semuanya bisa menjadi sebuah produk yang bisa dipakai sehari-hari. Itu yang ingin terus kami bawa ketika memperkenalkan Maskerade ke pasar yang lebih luas,” ujar Nana.
Melalui INACRAFT 2026, Maskerade tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga memperluas koneksi dengan calon mitra, konsumen, dan pelaku industri kreatif. Jejaring tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM asal Sulawesi Selatan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mendorong UMKM binaannya mengembangkan potensi produk lokal melalui peningkatan kapasitas, penguatan branding, dan perluasan akses pasar. Pendampingan tersebut dilakukan agar produk yang lahir dari kekayaan daerah memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Informasi mengenai produk dan layanan Pertamina maupun pertanyaan terkait produk dapat disampaikan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135.
Brand fashion dan kerajinan tangan asal Makassar itu membawa karya berbasis wastra Sulawesi Selatan ke ajang INACRAFT 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC), Jakarta. Kehadiran Maskerade dalam pameran yang berlangsung 7–11 September 2026 tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus membuka akses pasar dan jejaring bisnis yang lebih luas.
Maskerade merupakan UMKM mitra binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang terpilih melalui proses kurasi untuk mewakili Sulawesi Selatan dalam ajang kerajinan dan produk kreatif berskala nasional tersebut.
Bagi Maskerade, keikutsertaan di INACRAFT bukan sekadar memamerkan produk. Ajang ini menjadi ruang untuk mempertemukan karya berbasis budaya lokal dengan konsumen, calon mitra, dan pelaku industri kreatif dari berbagai daerah.
Maskerade didirikan Nana Ibrahim pada 2017. Usaha tersebut bermula sederhana, dengan modal yang bersumber dari uang jajan Nana saat masih kuliah. Dari titik awal itu, Nana membawa satu gagasan yang kemudian menjadi identitas Maskerade: membuat kain tradisional tetap relevan tanpa kehilangan akar budayanya.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui busana kontemporer yang memadukan kekayaan wastra Nusantara, di antaranya Sutra Sengkang dan Tenun Toraja, dengan desain modern. Maskerade juga mengembangkan berbagai aksesori dengan memanfaatkan material ramah lingkungan, termasuk limbah botol kaca yang diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi.
Perkembangan Maskerade sekaligus membuka ruang bagi penjahit dan pengrajin lokal untuk terlibat dalam proses produksi. Dari Makassar, produknya kini dipasarkan melalui gerai resmi di Nipah Park Makassar dan telah menjangkau konsumen di sejumlah negara, seperti Malaysia, Jepang, dan Belanda.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto mengatakan, keikutsertaan Maskerade di INACRAFT merupakan bagian dari upaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM binaan.
“Maskerade menunjukkan bagaimana kekayaan budaya lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang punya nilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui INACRAFT, kami ingin membuka lebih banyak ruang bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produknya, membangun jaringan, dan menemukan peluang baru untuk mengembangkan usaha,” ujar Lilik.
Menurut Lilik, pengembangan UMKM membutuhkan proses yang berkelanjutan. Tidak hanya peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga akses pasar, penguatan merek, kesempatan memperkenalkan produk, dan perluasan jejaring bisnis.
Pendampingan terhadap UMKM, kata dia, diarahkan agar potensi lokal tidak berhenti menjadi produk, tetapi berkembang menjadi usaha yang memiliki daya saing dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Bagi Nana, perjalanan Maskerade dari usaha kecil hingga dapat membawa karya berbasis wastra Sulawesi Selatan ke berbagai pasar menjadi proses panjang untuk membangun sebuah brand.
“Dari awal, kami ingin menunjukkan bahwa kain tradisional bisa tampil modern dan dekat dengan anak muda. Kami terus belajar bagaimana mengolah cerita dari kain dan budaya kita menjadi produk yang bisa diterima lebih banyak orang. Kesempatan mengikuti INACRAFT memberi kami ruang untuk bertemu pasar baru, memperkenalkan karya, sekaligus melihat peluang kolaborasi yang bisa dikembangkan ke depan,” kata Nana.
Keterlibatan pengrajin dan penjahit lokal menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Setiap produk Maskerade melewati proses mulai dari pemilihan material, pengembangan desain, hingga pengerjaan oleh tenaga lokal.
“Bagi kami, setiap produk punya cerita. Ada cerita tentang kainnya, pengrajinnya, daerah asalnya, dan proses bagaimana semuanya bisa menjadi sebuah produk yang bisa dipakai sehari-hari. Itu yang ingin terus kami bawa ketika memperkenalkan Maskerade ke pasar yang lebih luas,” ujar Nana.
Melalui INACRAFT 2026, Maskerade tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga memperluas koneksi dengan calon mitra, konsumen, dan pelaku industri kreatif. Jejaring tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM asal Sulawesi Selatan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mendorong UMKM binaannya mengembangkan potensi produk lokal melalui peningkatan kapasitas, penguatan branding, dan perluasan akses pasar. Pendampingan tersebut dilakukan agar produk yang lahir dari kekayaan daerah memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Informasi mengenai produk dan layanan Pertamina maupun pertanyaan terkait produk dapat disampaikan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135.
(TRI)
Berita Terkait
News
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tebar 2.000 Paket Sembako untuk Warga Prasejahtera
Sebanyak 2.000 paket sembako disalurkan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kepada masyarakat prasejahtera di sejumlah wilayah kerja perusahaan.
Rabu, 07 Okt 2026 20:08
News
Pertamina dan UPT Kebun Raya Pucak Eksplorasi Flora Lokal di Bone
Enam jenis flora ditemukan dalam eksplorasi tanaman yang dilakukan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama UPT Kebun Raya Pucak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Jum'at, 02 Okt 2026 14:14
Ekbis
Pertamina Sulawesi Bekali UMK Strategi Konten dan Storytelling di Era Digital
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali melaksanakan UMK Academy sebagai upaya untuk mendorong UMKM agar dapat naik kelas dan mandiri.
Rabu, 30 Sep 2026 13:04
News
Pertamina Sulawesi Perkuat Budaya Anti-Fraud Lewat Sharing Session
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat budaya integritas dan kesadaran terhadap potensi kecurangan melalui kegiatan Fraud Awareness 2026.
Rabu, 30 Sep 2026 00:07
News
Pertamina Gandeng Mahasiswa Perkuat Pengawasan Distribusi BBM & LPG Bersubsidi di Sulsel
Sejumlah isu menjadi perhatian dalam audiensi, mulai dari pengawasan SPBU, distribusi BBM bersubsidi, aktivitas transportir, hingga upaya memastikan penyaluran energi berjalan sesuai ketentuan.
Jum'at, 25 Sep 2026 16:45
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Warga Jalan Cemara NTI Protes Jalan Rusak, Dinas PU Pastikan Perbaikan 2027
2
Irmawati Haeruddin Pimpin PUAN PAN Sulsel, Pengurus Diisi Sejumlah Tokoh Perempuan
3
FK UMI Teguhkan Toleransi, Dokter Beragama Kristen Ikuti Pengucapan Sumpah Dokter
4
PAN Sulsel Target 5 Kursi DPR RI dan 10 Kursi DPRD Provinsi di Pileg 2029
5
Chaidir Syam Dikukuhkan sebagai Sekretaris PAN Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Warga Jalan Cemara NTI Protes Jalan Rusak, Dinas PU Pastikan Perbaikan 2027
2
Irmawati Haeruddin Pimpin PUAN PAN Sulsel, Pengurus Diisi Sejumlah Tokoh Perempuan
3
FK UMI Teguhkan Toleransi, Dokter Beragama Kristen Ikuti Pengucapan Sumpah Dokter
4
PAN Sulsel Target 5 Kursi DPR RI dan 10 Kursi DPRD Provinsi di Pileg 2029
5
Chaidir Syam Dikukuhkan sebagai Sekretaris PAN Sulsel