Vale Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Pemberdayaan UMKM & Koperasi

Minggu, 11 Okt 2026 10:02
Vale Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Pemberdayaan UMKM & Koperasi
PT Vale Indonesia Tbk terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penguatan koperasi. Foto/Istimewa
Comment
Share
LUWU TIMUR - PT Vale Indonesia Tbk terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penguatan koperasi. Hingga 30 September 2026, perusahaan pertambangan nikel tersebut telah mendukung 127 UMKM di empat kecamatan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Sebanyak 74 UMKM di antaranya telah memperoleh akses pasar melalui Pusat Oleh-Oleh Telaloa.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya memperluas manfaat ekonomi dari kegiatan industri dan investasi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal itu juga ditunjukkan melalui partisipasi Vale Indonesia dalam Pekan Expo Koperasi dan UMKM 2026 yang digelar di Lapangan Iniaku, Sorowako, pada 6–10 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Acara ini dihadiri Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono, jajaran pemerintah daerah, serta gerakan koperasi dan pelaku UMKM dari 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Vale Indonesia menerima dua penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas kontribusinya dalam mendukung penyelenggaraan Pekan Expo Koperasi dan UMKM 2026 tingkat provinsi.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan apresiasi atas dukungan perusahaan yang turut membantu menyukseskan kegiatan tersebut.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Vale Indonesia, Bernardus Irmanto mengatakan, perusahaan berkomitmen mendukung pertumbuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional secara berkelanjutan. Menurut dia, keberhasilan industri tidak hanya diukur dari capaian produksi dan investasi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Kami memiliki komitmen untuk dapat terus mendukung pertumbuhan masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Bagi kami, keberhasilan industri dapat diukur melalui produksi dan investasi, serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” kata Bernardus.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan operasional, pengembangan proyek hilirisasi, dan pemberdayaan UMKM, perusahaan berupaya membuka lebih banyak peluang ekonomi agar masyarakat dapat tumbuh bersama perkembangan industri.

Selain sektor ekonomi, Vale Indonesia juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, peningkatan kapasitas, kesehatan, dan kesejahteraan.

Bernardus menambahkan, pengembangan industri nikel dan investasi perusahaan diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Peluang tersebut mencakup kebutuhan barang dan jasa serta tumbuhnya usaha pendukung kegiatan industri.

Untuk membantu masyarakat memanfaatkan peluang itu, perusahaan menjalankan program pemberdayaan UMKM yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar.

Hingga 30 September 2026, program tersebut telah menjangkau 127 UMKM di empat kecamatan di Luwu Timur, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 UMKM binaan telah memperoleh akses pasar melalui Pusat Oleh-Oleh Telaloa.

Melalui akses tersebut, produk lokal diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus memperkuat peluang pertumbuhan usaha masyarakat.

Peringatan Harkopnas ke-79 yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, koperasi, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun perekonomian daerah.

Pemerintah berperan menyiapkan kebijakan dan ekosistem pendukung, koperasi mengembangkan kegiatan ekonomi berbasis keanggotaan, sedangkan dunia usaha dapat berkontribusi melalui investasi, kegiatan operasional, kemitraan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kopkar Vale, Bagian dari Ekonomi Sorowako
Semangat penguatan ekonomi berbasis koperasi juga tumbuh di lingkungan karyawan Vale Indonesia melalui Koperasi Karyawan Vale (Kopkar Vale).

Didirikan pada 1979, Kopkar Vale berawal dari kebutuhan karyawan PT INCO, perusahaan pendahulu Vale Indonesia, untuk memperoleh barang kebutuhan pokok di Sorowako.

Seiring perkembangannya, koperasi tersebut bertransformasi menjadi badan usaha yang mengelola berbagai layanan, termasuk ritel dan simpan pinjam. Saat ini, Kopkar Vale memiliki lebih dari 1.300 anggota dan menjalankan kegiatan usaha secara mandiri.

Ketua Kopkar Vale Muhammad Parawansa Lamude mengatakan, kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi faktor penting bagi keberlanjutan koperasi, terutama di tengah dinamika ekonomi Sorowako.

“Koperasi tumbuh dari kebutuhan bersama. Di tengah dinamika ekonomi Sorowako, kami terus berinovasi dan membangun kemitraan agar koperasi tetap relevan serta memberikan manfaat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para anggota,” ujar Muhammad.

Perjalanan Kopkar Vale menunjukkan bagaimana koperasi dapat berkembang dari upaya memenuhi kebutuhan dasar anggota menjadi badan usaha yang menyediakan beragam layanan. Keberadaan koperasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari dinamika ekonomi masyarakat Sorowako.

Melalui pemberdayaan UMKM dan dukungan terhadap koperasi, Vale Indonesia berupaya memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi lokal. Penguatan kapasitas usaha, akses pasar, dan kemitraan diharapkan dapat membantu pelaku usaha serta koperasi memanfaatkan peluang yang tumbuh seiring perkembangan industri di Luwu Timur.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru