Walikot Appi Instruksikan Dinas Bagi Masker ke Siswa dan Kelompok Rentan
Rabu, 14 Okt 2026 06:17
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, ditemui beberapa waktu lalu. Foto: Dok. SINDO Makassar
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memberikan perhatian serius terhadap kondisi kabut asap dan penurunan kualitas udara yang terjadi di Kota Makassar dalam beberapa pekan terakhir.
Di tengah agenda internasional United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss, Appi meminta jajaran Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah cepat untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Appi menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk menyiapkan masker yang dapat dibagikan secara gratis kepada anak-anak sekolah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan.
"Saya merasa prihatin dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan serta penurunan kualitas udara yang terjadi saat ini," ujar Appi, dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).
"Saya sudah instruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan menyiapkan masker untuk dibagikan secara gratis kepada anak-anak sekolah dan kelompok rentan, termasuk para lanjut usia dan ibu hamil," sambung Appi.
Menurutnya, langkah perlindungan perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan partikel debu, asap, dan polutan di udara.
Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama, khususnya ketika kondisi udara memburuk dan aktivitas di luar ruangan berpotensi meningkatkan paparan partikel berbahaya.
Selain pembagian masker, Appi juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta perangkat daerah lainnya, memperkuat koordinasi dan berkolaborasi pihak swasta dalam merespons kondisi tersebut.
"Koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memetakan kondisi di lapangan, meningkatkan kewaspadaan, serta menyiapkan langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," imbuh orang nomor satu Kota Makassar itu.
Dia menegaskan, bahwa upaya tersebut, termasuk kemungkinan penyemprotan air dan langkah pendukung lainnya, perlu dikoordinasikan berdasarkan kondisi lapangan dan efektivitasnya dalam membantu mengendalikan debu maupun partikel di lingkungan.
Tak hanya itu, Appi juga mengimbau masyarakat umum untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Warga, terutama kelompok rentan, diminta mengurangi kegiatan di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.
"Perlindungan diri harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan apabila kondisi udara sedang kurang baik," pesannya.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi yang berkembang di daerah, Appi dijadwalkan meninggalkan rangkaian kegiatan United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss, dan kembali ke Indonesia pada tanggal 14 Oktober 2026, meskipun agenda tersebut belum selesai.
Rencananya tiba di Makassar, Munafri akan melakukan koordinasi dan pemantauan langsung terhadap langkah-langkah penanganan yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota Makassar.
Ia menegaskan, Pemkot Makassar menempatkan perlindungan kesehatan warga sebagai salah satu perhatian dalam merespons kondisi kabut asap.
Sehingga langkah antisipasi melalui pembagian masker, koordinasi lintas perangkat daerah, dan imbauan kesehatan diharapkan dapat membantu mengurangi risiko paparan, sembari terus memantau perkembangan kualitas udara.
"Kami mengajak masyarakat untuk saling menjaga, mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk akibat paparan asap," imbuh Appi sebagai bentuk kepedulian.
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, Dinas Pendidikan Kota Makassar menyiapkan aksi pembagian masker gratis kepada siswa sebagai langkah perlindungan terhadap dampak penurunan kualitas udara dan kabut asap.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan Sekolah Telkom untuk melaksanakan kegiatan pembagian masker gratis pada Rabu (14/10/2026) pagi.
Langkah ini merupakan bentuk tindak lanjut atas perhatian Wali Kota Makassar terhadap kesehatan peserta didik, khususnya di tengah kondisi kualitas udara yang perlu diwaspadai.
"Menindaklanjuti arahan Bapak Wali Kota, kami akan berkolaborasi dengan Sekolah Telkom untuk melaksanakan kegiatan pembagian masker gratis kepada siswa pada Rabu pagi," ujar Achi.
Menurutnya, upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan perlindungan bagi siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Pembagian masker juga menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan debu dan partikel asap saat siswa beraktivitas.
Ia berharap kolaborasi ini dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan sehat.
Pihak sekolah juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta mengingatkan siswa agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
"Upaya ini, sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar agar perangkat daerah terkait bergerak bersama mengambil langkah pencegahan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama anak-anak sebagai kelompok yang rentan terhadap dampak penurunan kualitas udara," tutup Achi.
Di tengah agenda internasional United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss, Appi meminta jajaran Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah cepat untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Appi menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk menyiapkan masker yang dapat dibagikan secara gratis kepada anak-anak sekolah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan.
"Saya merasa prihatin dengan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan serta penurunan kualitas udara yang terjadi saat ini," ujar Appi, dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).
"Saya sudah instruksikan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan menyiapkan masker untuk dibagikan secara gratis kepada anak-anak sekolah dan kelompok rentan, termasuk para lanjut usia dan ibu hamil," sambung Appi.
Menurutnya, langkah perlindungan perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan partikel debu, asap, dan polutan di udara.
Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama, khususnya ketika kondisi udara memburuk dan aktivitas di luar ruangan berpotensi meningkatkan paparan partikel berbahaya.
Selain pembagian masker, Appi juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta perangkat daerah lainnya, memperkuat koordinasi dan berkolaborasi pihak swasta dalam merespons kondisi tersebut.
"Koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memetakan kondisi di lapangan, meningkatkan kewaspadaan, serta menyiapkan langkah penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," imbuh orang nomor satu Kota Makassar itu.
Dia menegaskan, bahwa upaya tersebut, termasuk kemungkinan penyemprotan air dan langkah pendukung lainnya, perlu dikoordinasikan berdasarkan kondisi lapangan dan efektivitasnya dalam membantu mengendalikan debu maupun partikel di lingkungan.
Tak hanya itu, Appi juga mengimbau masyarakat umum untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Warga, terutama kelompok rentan, diminta mengurangi kegiatan di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.
"Perlindungan diri harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan apabila kondisi udara sedang kurang baik," pesannya.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi yang berkembang di daerah, Appi dijadwalkan meninggalkan rangkaian kegiatan United Nations Forum of Mayors 2026 di Jenewa, Swiss, dan kembali ke Indonesia pada tanggal 14 Oktober 2026, meskipun agenda tersebut belum selesai.
Rencananya tiba di Makassar, Munafri akan melakukan koordinasi dan pemantauan langsung terhadap langkah-langkah penanganan yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota Makassar.
Ia menegaskan, Pemkot Makassar menempatkan perlindungan kesehatan warga sebagai salah satu perhatian dalam merespons kondisi kabut asap.
Sehingga langkah antisipasi melalui pembagian masker, koordinasi lintas perangkat daerah, dan imbauan kesehatan diharapkan dapat membantu mengurangi risiko paparan, sembari terus memantau perkembangan kualitas udara.
"Kami mengajak masyarakat untuk saling menjaga, mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk akibat paparan asap," imbuh Appi sebagai bentuk kepedulian.
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, Dinas Pendidikan Kota Makassar menyiapkan aksi pembagian masker gratis kepada siswa sebagai langkah perlindungan terhadap dampak penurunan kualitas udara dan kabut asap.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan Sekolah Telkom untuk melaksanakan kegiatan pembagian masker gratis pada Rabu (14/10/2026) pagi.
Langkah ini merupakan bentuk tindak lanjut atas perhatian Wali Kota Makassar terhadap kesehatan peserta didik, khususnya di tengah kondisi kualitas udara yang perlu diwaspadai.
"Menindaklanjuti arahan Bapak Wali Kota, kami akan berkolaborasi dengan Sekolah Telkom untuk melaksanakan kegiatan pembagian masker gratis kepada siswa pada Rabu pagi," ujar Achi.
Menurutnya, upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan perlindungan bagi siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
Pembagian masker juga menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mengurangi risiko paparan debu dan partikel asap saat siswa beraktivitas.
Ia berharap kolaborasi ini dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan sehat.
Pihak sekolah juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta mengingatkan siswa agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
"Upaya ini, sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar agar perangkat daerah terkait bergerak bersama mengambil langkah pencegahan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama anak-anak sebagai kelompok yang rentan terhadap dampak penurunan kualitas udara," tutup Achi.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pemkot Makassar Perkuat Akurasi DTSEN, Pastikan Program Sosial Tepat Sasaran
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperkuat akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penentuan sasaran program perlindungan sosial dan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Selasa, 13 Okt 2026 13:43
Makassar City
Di Forum PBB, Munafri Usul Pendidikan Lalu Lintas Masuk Kurikulum Sekolah
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong pendidikan keselamatan dan disiplin berlalu lintas masuk dalam kurikulum sekolah. Gagasan tersebut disampaikannya dalam United Nations Forum of Mayors 2026.
Selasa, 13 Okt 2026 00:05
News
Pemkot Makassar Fasilitasi Relokasi Peternakan Babi di Panaikang
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menertibkan peternakan babi di kawasan permukiman Jalan Kesadaran, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Senin (12/10/2026).
Senin, 12 Okt 2026 16:20
Makassar City
Logo HUT Makassar, Simbol Merawat Budaya dan Menyalakan Harapan
Pemerintah Kota Makassar menetapkan logo resmi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar hasil sayembara desain yang dimenangkan Agung dari studio Tudob.
Jum'at, 09 Okt 2026 13:07
News
Soroti Kafe Berkonsep Diskotek, Karang Taruna Makassar Minta Pemkot Tegas
Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Muhammad Zulkifli, angkat bicara terkait aksi unjuk rasa kelompok mahasiswa dan ormas
Rabu, 07 Okt 2026 10:32
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Akibat Kabut Asap, Pos Polair Parepare Bagikan Masker dan Himbau Nelayan
2
Target Kembalikan Kejayaan Golkar, AMPI Lutim Kini Dipimpin Bangkit Revormansyah
3
Toyota Auto Show 2026 Hadirkan Land Cruiser FJ Perdana di Makassar
4
Pilkades Serentak Maros Digelar April 2027, Diikuti 64 Desa
5
Kabupaten Bantaeng Kini Punya Program Subuh Mengaji
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Akibat Kabut Asap, Pos Polair Parepare Bagikan Masker dan Himbau Nelayan
2
Target Kembalikan Kejayaan Golkar, AMPI Lutim Kini Dipimpin Bangkit Revormansyah
3
Toyota Auto Show 2026 Hadirkan Land Cruiser FJ Perdana di Makassar
4
Pilkades Serentak Maros Digelar April 2027, Diikuti 64 Desa
5
Kabupaten Bantaeng Kini Punya Program Subuh Mengaji