Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Makassar Bagikan Masker Gratis di Sekolah

Rabu, 14 Okt 2026 18:35
Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Makassar Bagikan Masker Gratis di Sekolah
Suasana pembagian masker gratis di SMPN 6 Makassar, Rabu (14/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membagi masker gratis di SMPN 6 Makassar. Hal itu dilakukan menyikapi penurunan kualitas udara akibat polusi yang melanda dalam beberapa hari terakhir.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menyampaikan bahwa pembagian masker menyasar sekolah-sekolah di bawah koordinasi Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai sektor penggerak utama.

"Di sekolah-sekolah kita akan bagi (masker), kemudian nanti Dinas Kesehatan yang akan menjadi leading sector di sini untuk membagikan kepada orang-orang yang rentan, usia anak-anak di PAUD, kemudian para siswa, kemudian para orang-orang tua. Kita sebenarnya mulai kemarin sudah kita bagi, hari ini juga kita ke sekolah-sekolah untuk membagi masker tersebut," ujarnya, Rabu (14/10/2026).

Ia menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima, Dinkes memiliki stok masker yang cukup untuk dibagikan secara berkelanjutan.

Zulkifli menjelaskan bahwa merujuk pada informasi BMKG, kualitas udara di wilayah Kota Makassar terindikasi mulai memburuk.

Mantan Camat Ujung Pandang itu menuturkan penurunan kualitas udara yang terjadi sejak 30 September tersebut dipicu oleh peristiwa kebakaran hutan di Kabupaten Pangkep.

Zulkifli mengungkapkan bahwa sebagian besar polusi asap yang melanda Kota Makassar saat ini merupakan asap kiriman dari wilayah luar.

Ia menyampaikan bahwa dampak kesehatan yang paling diwaspadai akibat polusi udara saat ini adalah potensi masyarakat terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Makassar itu memperingatkan, berdasarkan imbauan Dinkes, situasi polusi udara yang berkepanjangan dapat berujung pada status kedaruratan medis.

Meminimalkan dampak polusi, kata dia, pihak Pemkot Makassar mengambil tindakan awal dengan melakukan sosialisasi wajib masker kepada masyarakat sekaligus mengimbau pembatasan aktivitas luar ruangan.

"Nanti saya minta juga kepada Dinas Kesehatan untuk segera membuat laporan setiap hari terkait mengenai apakah ada peningkatan penyakit ISPA oleh adanya gangguan pencemaran udara ini," kata dia.

Pemkot Makassar juga meminta BMKG berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) agar hasil pengukuran kualitas udara dapat diinformasikan setiap hari kepada masyarakat melalui aplikasi Lontara.

Sementara, murid kelas VII A SMPN 6 Makassar, Kayla Rizki Maiza, menilai bahwa pembagian masker sangat membantu para pelajar untuk terhindar dari paparan polusi asap kebakaran hutan.

"Pembagian masker ini sangat membantu anak-anak sekolah untuk menghindari polusi atau asap kebakaran hutan. Cuacanya hari ini cerah, tapi langitnya tidak baik-baik saja karena kelihatan mendung," ucapnya saat memberikan keterangan.

Kayla sapaan karibnya itu menilai bahwa polusi asap bisa mengganggu saluran pernapasan ke depan.

"Sangat berbahaya untuk pernapasan atau kesehatan anak-anak. Saya akan sampaikan kepada orang tua atau keluarga saya untuk tidak membakar sampah sembarangan di depan rumah, supaya tidak membuat cuaca semakin buruk," sebutnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru