Abdidaya Ormawa 2026 UMI Berakhir, Mahasiswa Diingatkan Terus Mengabdi
Sabtu, 24 Okt 2026 23:57
Suasana penutupan Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 di Taman Firdaus UMI, Kota Makassar, Sabtu (24/10/2026) malam. Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) menutup penyelenggaraan Abdidaya Ormawa 2026 di Taman Firdaus UMI, Makassar, Sabtu (24/10/2026) malam. Ajang nasional yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 ini menjadi ruang apresiasi bagi karya pengabdian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Mengusung tema “Bersama Berkarya, Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan”, kegiatan tersebut diikuti 120 tim dari 60 perguruan tinggi. Penutupan dihadiri ratusan peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan sejak 21 Oktober.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menyampaikan kebanggaannya terhadap karya para mahasiswa yang berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pengabdian tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari keberlanjutan manfaatnya.
"Malam ini, melihat karya 120 tim dari 60 perguruan tinggi, kami semakin yakin Indonesia memiliki generasi yang mampu melakukannya. Selamat kepada para penerima penghargaan yang belum mendapatkan piala, jangan sampai kecewa, dan kompetisi memilih pemenang pengabdian memberi kesempatan kepada semua orang untuk menjadi berharga. Piala boleh dibawa pulang, tetapi jangan sampai manfaat karya kalian ikut pula meninggalkan masyarakat," ucapnya.
Hambali juga mengapresiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, atas kepercayaan kepada UMI sebagai tuan rumah Anugerah Abdidaya Ormawa 2026.
"Bagi kami, ini kesempatan belajar dan melayani. Universitas Muslim Indonesia tidak hanya ingin diberi kepercayaan, tetapi UMI ingin terus bugar menjadi perguruan tinggi yang layak dipercaya. Insyaallah, UMI selalu siap menerima amanah dan bekerja bersama untuk kemajuan pendidikan tinggi Indonesia," sambungnya.
Ia berharap para peserta membawa pulang pengalaman dan persaudaraan yang terjalin selama berada di UMI dan Kota Makassar. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan terus berkarya dan mengambil peran dalam memperbaiki masa depan Indonesia.
"Malam ini bergembiralah, rayakanlah prestasi dan persahabatan kalian, tetapi besok Indonesia masih menunggu karya kalian. Cintailah Indonesia, kritiklah yang keliru, tetapi ikutilah untuk memperbaikinya. Indonesia tidak boleh hanya diwariskan kepada generasi yang pandang mengabuli masa lalu, Indonesia harus dipercayakan kepada generasi yang berani memperbaiki masa depannya," tutup Prof Hambali Thalib.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Sukino, menilai Abdidaya Ormawa berperan penting dalam memperkuat fungsi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
"Melalui PPK Ormawa ini, kita memberikan kesempatan kepada adik-adik mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas organisasi mahasiswa, sekaligus mengintegrasikan kemampuan soft skills, hard skills, serta pemberdayaan pada masyarakat," ujarnya.
Menurut Sukino, mahasiswa perlu menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat, bukan hanya mempelajarinya sebagai teori di ruang perkuliahan.
"Pemberdayaan yang teman-teman lakukan mengajak untuk meringankan, kemudian juga memahami potensi lokal, membangun kepercayaan, dan berjalan bersama masyarakat agar mereka memiliki kemampuan untuk menentukan dan membangun masa depannya sendiri. Ini tentunya sekali lagi merupakan esensi dari pemberdayaan," lanjutnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan pengabdian juga terlihat dari kemampuan masyarakat mempertahankan hasil program secara mandiri setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan di wilayah tersebut.
"Dari organisasi kemahasiswaan yang kalian bangun, dari desa tempat kalian mengabdi, dari kelompok masyarakat yang kalian dampingi, dari gagasan sederhana yang kalian wujudkan, menjadilah perubahan nyata. Mungkin hari ini kita belum dapat melihat seluruh dampak dari apa yang telah kita lakukan. Namun, jangan pernah meremehkan sebuah langkah kecil yang dilakukan dengan kesungguhan dan konsistensi," terangnya.
Sukino berharap semangat pengabdian terus tumbuh di kalangan mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dosen pembimbing, dan perguruan tinggi meskipun rangkaian Abdidaya Ormawa 2026 telah berakhir.
"Kepada seluruh tim pelaksana, teruslah menjaga semangat pengabdian. Kepada seluruh organisasi kemahasiswaan, teruslah menjadi ruang tumbuhnya kepemimpinan dan kepedulian sosial mahasiswa. Kepada para dosen pembimbing, teruslah menjadi mentor dan inspirator bagi generasi muda. Kepada seluruh perguruan tinggi, teruslah membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," pungkasnya.
Mengusung tema “Bersama Berkarya, Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan”, kegiatan tersebut diikuti 120 tim dari 60 perguruan tinggi. Penutupan dihadiri ratusan peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan sejak 21 Oktober.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menyampaikan kebanggaannya terhadap karya para mahasiswa yang berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pengabdian tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari keberlanjutan manfaatnya.
"Malam ini, melihat karya 120 tim dari 60 perguruan tinggi, kami semakin yakin Indonesia memiliki generasi yang mampu melakukannya. Selamat kepada para penerima penghargaan yang belum mendapatkan piala, jangan sampai kecewa, dan kompetisi memilih pemenang pengabdian memberi kesempatan kepada semua orang untuk menjadi berharga. Piala boleh dibawa pulang, tetapi jangan sampai manfaat karya kalian ikut pula meninggalkan masyarakat," ucapnya.
Hambali juga mengapresiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, atas kepercayaan kepada UMI sebagai tuan rumah Anugerah Abdidaya Ormawa 2026.
"Bagi kami, ini kesempatan belajar dan melayani. Universitas Muslim Indonesia tidak hanya ingin diberi kepercayaan, tetapi UMI ingin terus bugar menjadi perguruan tinggi yang layak dipercaya. Insyaallah, UMI selalu siap menerima amanah dan bekerja bersama untuk kemajuan pendidikan tinggi Indonesia," sambungnya.
Ia berharap para peserta membawa pulang pengalaman dan persaudaraan yang terjalin selama berada di UMI dan Kota Makassar. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan terus berkarya dan mengambil peran dalam memperbaiki masa depan Indonesia.
"Malam ini bergembiralah, rayakanlah prestasi dan persahabatan kalian, tetapi besok Indonesia masih menunggu karya kalian. Cintailah Indonesia, kritiklah yang keliru, tetapi ikutilah untuk memperbaikinya. Indonesia tidak boleh hanya diwariskan kepada generasi yang pandang mengabuli masa lalu, Indonesia harus dipercayakan kepada generasi yang berani memperbaiki masa depannya," tutup Prof Hambali Thalib.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Sukino, menilai Abdidaya Ormawa berperan penting dalam memperkuat fungsi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
"Melalui PPK Ormawa ini, kita memberikan kesempatan kepada adik-adik mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas organisasi mahasiswa, sekaligus mengintegrasikan kemampuan soft skills, hard skills, serta pemberdayaan pada masyarakat," ujarnya.
Menurut Sukino, mahasiswa perlu menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat, bukan hanya mempelajarinya sebagai teori di ruang perkuliahan.
"Pemberdayaan yang teman-teman lakukan mengajak untuk meringankan, kemudian juga memahami potensi lokal, membangun kepercayaan, dan berjalan bersama masyarakat agar mereka memiliki kemampuan untuk menentukan dan membangun masa depannya sendiri. Ini tentunya sekali lagi merupakan esensi dari pemberdayaan," lanjutnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan pengabdian juga terlihat dari kemampuan masyarakat mempertahankan hasil program secara mandiri setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan di wilayah tersebut.
"Dari organisasi kemahasiswaan yang kalian bangun, dari desa tempat kalian mengabdi, dari kelompok masyarakat yang kalian dampingi, dari gagasan sederhana yang kalian wujudkan, menjadilah perubahan nyata. Mungkin hari ini kita belum dapat melihat seluruh dampak dari apa yang telah kita lakukan. Namun, jangan pernah meremehkan sebuah langkah kecil yang dilakukan dengan kesungguhan dan konsistensi," terangnya.
Sukino berharap semangat pengabdian terus tumbuh di kalangan mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dosen pembimbing, dan perguruan tinggi meskipun rangkaian Abdidaya Ormawa 2026 telah berakhir.
"Kepada seluruh tim pelaksana, teruslah menjaga semangat pengabdian. Kepada seluruh organisasi kemahasiswaan, teruslah menjadi ruang tumbuhnya kepemimpinan dan kepedulian sosial mahasiswa. Kepada para dosen pembimbing, teruslah menjadi mentor dan inspirator bagi generasi muda. Kepada seluruh perguruan tinggi, teruslah membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
125 Mahasiswa Profesi Ners dan Kedokteran Gigi UMI Ikuti Pencerahan Qalbu
Sebanyak 125 mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI), terdiri atas 93 mahasiswa Program Profesi Ners dan 32 mahasiswa Program Profesi Kedokteran Gigi, mengikuti kegiatan Pencerahan Qalbu di Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlishin UMI
Jum'at, 23 Okt 2026 23:15
News
Jadi Tuan Rumah, UMI Resmi Buka Anugerah Abdidaya Ormawa 2026
Universitas Muslim Indonesia (UMI) secara resmi membuka gelaran Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 di Gedung Olahraga (GOR) UMI, Kota Makassar, Kamis (22/10/2026) malam.
Kamis, 22 Okt 2026 22:14
News
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
Sebanyak 27 mahasiswa Kelas C6 Hukum Dagang, Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH UMI) menggelar kegiatan kuliah kunjungan ke CIS Wisma Kalla pada Rabu (21/10/2026).
Rabu, 21 Okt 2026 17:04
News
Hadir di FSIKP UMI, Akademisi Malaysia: AI Bisa Menghasilkan Bahasa, tetapi Belum Tentu Kebijaksanaan
Akademisi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Assoc, Prof Mohd Azmir bin Mohd Nizah, mengajak mahasiswa Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 19:15
Sulsel
Bupati Bantaeng Jadi Dosen Praktisi di UMI, Bekali Mahasiswa Ilmu Komunikasi Strategi Menjaga Reputasi
Bupati Bantaeng, Fathul Fauzi Nurdin, berbagi pengalaman dan strategi menjaga reputasi di tengah krisis kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 15:07
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Patarai Amir Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Ketua Golkar Maros
2
MBTS SD Kristen Makale 1 Sabet Juara Umum Divisi Junior PMC 2026
3
Bersama Unhas, Bupati Bantaeng Perkuat Edukasi Pencegahan Kanker Serviks
4
Sertifikat Halal Gratis dan Akses Perbankan Jadi Fokus UMKM Forum Sulsel 2026
5
PSM Makassar Tantang Rekor Tak Terkalahkan Bhayangkara
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Patarai Amir Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Ketua Golkar Maros
2
MBTS SD Kristen Makale 1 Sabet Juara Umum Divisi Junior PMC 2026
3
Bersama Unhas, Bupati Bantaeng Perkuat Edukasi Pencegahan Kanker Serviks
4
Sertifikat Halal Gratis dan Akses Perbankan Jadi Fokus UMKM Forum Sulsel 2026
5
PSM Makassar Tantang Rekor Tak Terkalahkan Bhayangkara